Kamis , November 15 2018
Breaking News
Home / Headlines / Membongkar Sindikat Pupuk Ilegal

Membongkar Sindikat Pupuk Ilegal

 

pupuk-subsidi

SANGGAU – Hingga tahun 2015 ini, pemerintah masih menyalurkan pupuk bersubdisi bagi para petani yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, para petani masih merasakan keberadaan pupuk bersubdisi di negeri ini masih langka.

Banyak yang menilai, kelangkaan pupuk bersubsidi karena adanya sindikat yang melibatkan banyak pihak dalam penyalurannya, dari borokrasi hingga penegak hukum. Tapi yang terungkap di Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar) ini tampaknya belum mengarah kepada oknum pemerintah yang terlibat.

Tim Unit Intel Kodim 1204 Sanggau, Minggu (19/4) berhasil mengamankan sebuah truk bermuatan 8,1 ton pupuk yang diduga bersubsidi. Pengangkutan pupuk tersebut tanpa dilengkapi dokumen yang seharusnya.

Truk bernomor polisi KB 9373 EA dikemudikan Subekhi (37) warga Empaci, Kecamatan Dedai, Sintang itu mengangkut pupuk merk Sacco Rock Phosphat dan diamankan ketika melintas di ruas jalan raya Sanggau-Sekadau Km 10, kawasan Sungai Akar, Kecamatan Kapuas, Sanggau.

“Ya, tim Intel kita mengamankan sebuah truk mengangkut pupuk tanpa dilengkapi dokumen yang jelas. Ini berdasarkan informasi dari masyarakat, dan anggota kita berusaha menyusuri info itu, ternyata benar,” terang Dandim 1204 Sanggau Letkol (Inf) Heri Budi Purnomo S Ip didampingi Pasi Intel, Lettu Syaiful Husna dan Dan Unit Intel Pelda Matheri.

Ditambahkan, menurut keterangan yang diterima anggota unit Intel dari sopir truk, pupuk itu dimuat dari gudang Arizona yang berada di kawasan Pelabuhan Pontianak milik PT Arkanjaya Lestari Abadi dan diurus oleh Toni.

Rencananya pupuk itu akan di kirim ke PT Riau Agrotama Plantation berada di Kecamatan Nanga Silat, Kabupaten Kapuas Hulu. “Keterangan begitu awalnya, pupuk ini akan diantar ke perusahaan kelapa sawit di Nanga Silat,” ujarnya.

Akan tetapi tambah Dandim, setelah anggota Intel melaksanakan koordinasi dengan dengan manajemen Group Salim yang menaungi PT Riau Agrotama Plantation tersebut, informasi itu dibantah. Pasalnya manajemen Group Salim itu mengaku tidak ada pemesanan dan penerimaan pupuk dari PT Arkan Jaya Lestari Abadi.

“Tidak ada pemesanan pupuk melalui PT Arkan Jaya Lestari Abadi. Selain itu, dokumen yang dibawa tidak lengkap dan tidak jelas, dengan tidak menuliskan nomor surat serta jumlah barang yang dikirim. Kemudian kuat adanya dugaan pemalsuan alamat tujuan pengiriman barang yaitu mengatasnamakan PT Riau Agrotama Plantation,” terangnya. Saat ini truk dan sopir berserta barang bukti diamankan di Markas Kodim 1204 Sanggau. [] Ant

1,258 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa