Friday , December 15 2017
Breaking News
Home / Kalimantan Utara / Rp 7 Triliun Untuk Membuka Isolasi Perbatasan

Rp 7 Triliun Untuk Membuka Isolasi Perbatasan

 

kawasan-pemukiman-long-apung2-MalinauMALINAU– Jalan poros perbatasan yang menghubungkan sejumlah kecamatan diperbatasan Malinau saat ini memang sudah terbuka. Kecuali jalan poros yang menghubungkan Kecamatan Kayan Hulu dengan Kayan Hilir, Long Nawang-Data Dian.

Pembangunan ruas jalan itu tahun ini dipastikan tertunda akibat anggaran yang bersumber dari bantuan keuangan (bankeu) Kaltim jeblok akibat defisit. “Saat ini masih tersisa. Target 2016 sudah terbuka,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kristian Munet belum lama ini.

Di antara jalan yang sudah terbuka itu, sebagian besar masih berupa jalan biasa. Misalnya jalan yang menghubungkan Sungai Boh dengan Kayan Selatan. Kemudian Long Nawang Data Dian, dari 50 kilometer (km) lebih sudah terbuka 20 km. Tidak mudah membangun jalan perbatasan di Malinau yang panjangnya mencapai lebih dari 952, 98 km itu.

Bupati Malinau, Yansen TP memperkirakan diperlukan anggaran sedikitnya Rp5 hingga Rp7 triliun untuk dapat menyelesaikan pembukaan jalan perbatasan tersebut. Karena itulah pihaknya  berharap dukungan maksimal dari pemerintah pusat.

Badan jalan memang sudah terbuka. Namun masih diperlukan saran penunjang lain yang mendesak seperti pembangunan sejumlah jembatan diruas jalan dari Sungai Boh menuju Apo Kayan. Lebih dari 5 jembatan yang ada saat ini kondisinya buruk, masih berupa kayu. Disejumlah titik jalan yang melintasi sungai bahkan tak berjembatan.

Sementara, jalur jalan tersebut saat ini sudah menjadi alternatif bagi masyarakat Apo Kayan untuk berbagai keperluan. “Sejak tahun kemarin jalan sudah digunakan. Sungai Boh sudah jadi pilihan masyarakat Apo Kayan selain ke Tapak Mega (Malayasia),” terang Kila Liman, Anggota DPRD Malinau.

Selain harus melalui jalan dengan kondisi yang masih buruk, menantang sekaligus mengancam keselamatan, ongkos angkut ke sana pun sangat mahal. “Kalau pelajar atau mahasiswa cukup dengan Rp250-Rp300 ribu. Kalau kami, carter mobil itu habis Rp3 juta,” ujarnya.

Meski anggaran terbatas, Pemkab melalui DPU tetap melakukan pembangunan jalan dan jembatan secara bertahap diwilayah pedalaman dan perbatasan. APBD 2014 pada DPU mengalokasikan anggaran untuk program peningkatan jalan dan jembatan sebesar Rp67, 56 miliar secara keseluruhan termasuk sebagian yang berada di pedalaman-perbatasan.

Untuk program pembangunan jalan dan jembatan, tahun ini dialokasikan anggaran sebesar Rp389,541 miliar yang sebagian besar untuk wilayah pedalaman dan perbatasan.[] RedHP/KK

1,670 total views, 0 views today

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa