PONTIANAK – Video perlombaan Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI untuk wilayah Kalimantan Barat menjadi ramai diperbincangkan di media sosial. Hal ini terjadi karena adanya dugaan ketidaksesuaian dalam penilaian dewan juri terhadap dua jawaban peserta yang maknanya dinilai mirip. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pontianak, yang ikut dalam lomba, akhirnya menyampaikan protes atas keputusan juri tersebut.
Dalam rekaman yang menyebar di media sosial, terlihat tim dari SMAN 1 Pontianak mendapatkan pengurangan nilai sebanyak lima poin. Sementara itu, tim peserta lain justru memperoleh tambahan 10 poin meskipun jawaban mereka dinilai sangat mirip.
Kejadian ini lantas menimbulkan bermacam tanggapan dari masyarakat dan menjadi topik perbincangan di berbagai media sosial. Berbagai komentar pun bermunculan, termasuk dari pejabat daerah.
Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, menanggapi masalah ini saat menghadiri sebuah kegiatan pada hari Sabtu (16/5/2026).
Dalam keterangannya, Krisantus memberikan sindiran terhadap keputusan yang dibuat oleh dewan juri dan MC dalam perlombaan tersebut.
“Saya putuskan untuk membeli cotton bud dan alat bantu dengar buat juri LCC dan buat MC pada waktu itu,” ujar Krisantus, yang langsung disambut reaksi dari para peserta acara.














