KETAPANG – Program KREASI (Kolaborasi Pendidikan Anak Indonesia) resmi memasuki tahun kedua pelaksanaannya, memperluas cakupan intervensi dari 3 menjadi 7 kabupaten di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Program yang merupakan hasil kerjasama Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dan Save the Children Indonesia ini telah berhasil melatih lebih dari 550 guru pada tahun pertama.
Gufron Amirullah, Manajer Program Nasional KREASI, menyatakan pemekaran ke lebih banyak kabupaten karena adanya dampak positif program terhadap peningkatan literasi, numerasi, dan karakter siswa di tingkat SD dan Madrasah Ibtidaiyah.
“Perluasan ini akan menjadi akselerator nyata agar lebih banyak guru, kepala sekolah, dan anak-anak yang dapat merasakan manfaat program tersebut,” kata Gufron saat peluncuran Program KREASI tahun kedua di ballroom Hotel Grand Zuri Ketapang, Selasa (19/5/2026).
Peluncuran ini dihadiri dan didukung oleh pemerintah daerah. Jamhuri Amir, Wakil Bupati Ketapang, mengatakan kolaborasi antarsektor penting dalam mengatasi tantangan pendidikan di wilayah geografis yang luas.
Sementara itu, Erwin Sudrajat, Sekretaris Daerah Kayong Utara, mengatakan program KREASI sejalan dengan visi pembangunan pendidikan daerah yang inklusif dan adaptif.
Hadir pula Staf Khusus Menteri Dikdasmen dan Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Didik Suhardi yang menyoroti pentingnya mengadopsi konsep deep learning untuk memastikan siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga belajar berpikir kritis dan memecahkan permasalahan dunia nyata. Mengusung tema
“Kolaborasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Program KREASI tahun kedua ini menekankan pada penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam peningkatan mutu pendidikan dasar di Kalimantan Barat.














