Rabu , Agustus 21 2019
Breaking News
Home / Kalimantan Timur / Akademisi di Kaltim Juga Layak Menjadi Menteri

Akademisi di Kaltim Juga Layak Menjadi Menteri

 

KALTARA4-384x215Banyak pihak yang menganggap, jika Sumber Daya Manusia (SDM) asal Kaltim telah layak untuk menempati salah satu kursi menteri di kabinet mendatang. Satu tokoh agama di Kaltim, H Suyatman menilai, kualitas SDM Kaltim telah mumpuni untuk menjabat sebagai menteri.

H Suyatman yang juga menjabat sebagai Pimpinan Wilayah Mu-hammadiyah Kaltim me-ngungkapkan, jika SDM di Kaltim telah sejajar kemampuannya dengan di wilayah Jawa maupun Sumatera. Selama ini memang kursi menteri didominasi dari daerah tersebut, walaupun memang berawal dari hasil bagi-bagi kursi koalisi partai politik.

Beberapa sektor yang berkaitan dengan sumber daya alam (SDA) di Kaltim dapat ditempati oleh wakil Kaltim di kursi menteri, seperti sektor pertambangan, pertanian dan kehutanan. “Kalau ditanya layak atau tidak, jawaban saya sangat layak, karena memang sudah banyak orang Kaltim yang telah menempuh pendidikan tinggi dengan berbagai macam keahlian,” imbuhnya.

Dia juga menyatakan, jika Gubernur Awang Faroek Ishak sangat tepat untuk menjadi menter. Pasalnya, selama ini sepak terjang Awang telah diakui banyak pihak tentang keberhasilanya mengemban jabatan Gubernur.

“Ini bukan promosi, tetapi memang itu kenyataanya karena selama beliau menjabat sebagai gubernur, Kaltim mengalami perkembangan yang signifikan, beliau cocok menjabat sebagai Menteri Pendidikan atau Menteri Dalam Negeri,” timpalnya.

Kendati demikian, dia yakin jika masih banyak SDM Kaltim yang mumpuni untuk menjabat sebagai menteri di kabinet presiden kelak,  seperti guru-guru besar di perguruan tinggi di Kaltim. Meski demikian dia menyatakan, jika keputusan penempatan menteri merupakan hak presiden “Seperti di Unmul, juga banyak akademisi yang mumpuni untuk menjabat sebagai menteri.  Terlebih lagi di bidang yang berkaitan dengan sumber daya,” ungkapnya.

Suyatman yakin jika selama ini Kaltim tidak pernah menjabat sebagai menteri bukan karena SDM di Kaltim belum layak, namun dikarenakan kurangnya tinjauan dari pusat ke Kaltim. “Dalam beberapa tahun belakang ini, Kaltim mejadi perhatian banyak pihak, mulai dari kegiatan yang dihadiri oleh pejabat negera dan even nasional lainnya. Hal ini membuktikan, bahwa Kaltim juga mampu dan menjadi salah satu daerah yang diperhitungan,” pungkasnya. [] RedFj/KK

927 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Portal Berita Borneo Powered By : PT Media Maju Bersama Bangsa