Indeks

Peringati Hari Santri Nasional 2026, PC IPNU-IPPNU Ketapang Lantik Komisariat Al-Jihad dan Gelar Makesta I

KETAPANG — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Pimpinan Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Kabupaten Ketapang bersama Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang menggelar pelantikan Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Pondok Pesantren Al-Jihad sekaligus Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) I, Kamis (22/10/2026), di Mushalla Al-Jihad Ketapang.

Kegiatan ini diikuti 58 peserta, terdiri atas 33 santri Pondok Pesantren Al-Jihad, 15 santri Pondok Pesantren Al-Mujahidin, serta 10 siswa dari sekolah umum. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama sekaligus menanamkan nilai keislaman, kebangsaan, dan keorganisasian kepada generasi muda.

Sejumlah tokoh dan pengurus turut hadir, di antaranya Ketua PC IPNU Ketapang Bahrul Ilmi, Sekretaris PC IPNU Amirussholihin, Ketua PC IPPNU Tera Wati, dan Sekretaris PC IPPNU Fitriani.

Hadir pula demisioner Ketua PC IPNU Ketapang periode 2023–2025 yang kini menjabat Wakil Bendahara PW IPNU Kalimantan Barat, Hamzah Haz; Pembina PC IPNU Ketapang Fachrur Rizal; Pembina PC IPPNU Ketapang Lutfiyatun Naqiyah; Pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang Ustadz Ihya Ulumuddin; Ketua MWCNU Kecamatan Benua Kayong Kyai Fahri Husaini; serta Ketua Yayasan Islamiyah Al-Jihad Ketapang KH. Satuki Huddin.

Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Ketapang, Bahrul Ilmi, menegaskan bahwa Makesta merupakan pintu awal kaderisasi untuk membentuk pelajar yang berintegritas, berkomitmen, dan siap berkontribusi bagi organisasi serta masyarakat.

Ketua PC IPPNU Ketapang, Tera Wati, mengajak para peserta menjadikan organisasi sebagai ruang belajar, mengembangkan potensi diri, serta memperkuat peran pelajar putri dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang, Ustadz Ihya Ulumuddin, berpesan agar santri menyeimbangkan ilmu, akhlak, dan pengabdian, serta menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai bekal dalam berorganisasi.

Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Benua Kayong, Kyai Fahri Husaini, menekankan pentingnya kaderisasi berkelanjutan untuk melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan mampu menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

Ketua Yayasan Islamiyah Al-Jihad Ketapang, KH. Satuki Huddin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya membangun generasi yang kuat dalam ilmu agama, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap umat. Pada kesempatan tersebut, ia sekaligus membuka secara resmi kegiatan Makesta I IPNU-IPPNU Kabupaten Ketapang.

Pembukaan kegiatan juga ditandai dengan penyematan tanda peserta oleh Ketua MWCNU Kecamatan Benua Kayong. Selain itu, Rekanita Riyani dan Intan Aulia, santri Pondok Pesantren Al-Jihad sekaligus kader IPPNU Ketapang, menyerahkan hasil karya tulis kepada Ketua Yayasan Islamiyah Al-Jihad Ketapang dan Ketua MWCNU Kecamatan Benua Kayong.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader IPNU-IPPNU yang berkarakter, berwawasan keislaman dan kebangsaan, serta siap melanjutkan perjuangan Nahdlatul Ulama melalui peran aktif pelajar dan santri.

Momentum Hari Santri Nasional ini sekaligus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk berorganisasi, berkarya, dan mengambil bagian dalam pembangunan masyarakat.

Exit mobile version