PONTIANAK, BERITABORNEO.CO.ID – Beberapa pengemudi ojek daring di Kota Pontianak melaporkan penurunan jumlah pesanan selama beberapa bulan ke belakang. Situasi ini berdampak langsung pada penghasilan harian para mitra pengemudi, yang mengandalkan layanan transportasi dan pengantaran makanan sebagai mata pencarian utama.
Seorang driver Ojol dengan inisial AL, yang meminta namanya dirahasiakan, menyatakan bahwa jumlah pesanan yang ia terima kini jauh lebih sedikit daripada sebelumnya.
“Dulu sehari bisa belasan hingga puluhan pesanan. Sekarang kadang mesti menunggu cukup lama untuk dapat orderan,” kata AL ketika ditemui di Pontianak, Sabtu (13/6/2026).
Ia menambahkan, penurunan pesanan mulai terasa sejak beberapa bulan terakhir. Ia menduga kondisi ekonomi warga, bertambahnya jumlah pengemudi mitra, serta kompetisi dengan berbagai layanan transportasi daring menjadi penyebab berkurangnya pesanan.
AL mengakui penghasilan hariannya kini tidak pasti. Jika dulu ia bisa mencapai target penghasilan tertentu dalam waktu cepat, sekarang ia harus bekerja lebih lama untuk mendapatkan jumlah uang yang sama.
“Kalau dulu beberapa jam saja sudah lumayan. Sekarang harus lebih lama di jalan,” tuturnya.
Meskipun demikian, AL tetap berharap situasi bisa membaik lagi seiring dengan aktivitas warga dan roda perekonomian daerah yang kembali meningkat.
Tren transportasi daring sendiri telah menjadi elemen krusial bagi pergerakan warga di Kota Pontianak. Beberapa kajian menunjukkan bahwa layanan ojek daring memiliki peran signifikan dalam mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, dan juga perdagangan di kota tersebut.
Para pengemudi berharap ada peningkatan permintaan layanan pada paruh kedua tahun 2026, sehingga pendapatan mitra kembali stabil dan kesejahteraan pengemudi dapat terjaga.








