Pontianak — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat mengajak masyarakat untuk menyikapi perayaan malam Tahun Baru 2026 secara bijak, seiring masih berlangsungnya suasana duka nasional akibat bencana alam di sejumlah wilayah Aceh dan Sumatra.
Koordinator Wilayah AMAN Kalimantan Barat menyampaikan bahwa pergantian tahun sepatutnya dimaknai tidak semata sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum refleksi bersama. Menurutnya, kondisi kemanusiaan yang sedang dihadapi bangsa ini menuntut adanya kepekaan sosial dan pengendalian diri.
“Kita perlu menempatkan empati sebagai sikap utama. Dalam situasi duka, ekspresi euforia yang berlebihan berpotensi menimbulkan jarak sosial. Perayaan dapat dilakukan secara sederhana dan tetap bermakna,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan pembatasan perayaan yang telah ditetapkan perlu disikapi secara dewasa oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keselamatan bersama, tanpa harus dimaknai sebagai pembatasan ekspresi semata.
AMAN Kalimantan Barat memandang pergantian tahun sebagai kesempatan untuk memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Dengan sikap saling menghormati, masyarakat diharapkan dapat menyambut tahun baru secara lebih tenang, bertanggung jawab, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.