Menu

Mode Gelap
Tasyakuran dan Pengesahan Warga Baru Tingkat 1 PSHT Cabang Pontianak Berlangsung Dengan Sukses Kapolda Kalbar, Pejabat Baru Tekankan Kolaborasi dan Inovasi  How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers

Berita Borneo · 15 Des 2024 13:24 WIB ·

Kemacetan Panjang di Desa Pancaroba, Sungai Amabwang, Ewinalgo: Penyebabnya Banjir


 Kemacetan Panjang di Desa Pancaroba, Sungai Amabwang, Ewinalgo: Penyebabnya Banjir Perbesar

beritaborneo.co.id/ Kubu Raya-Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan, tepatnya di Desa Pancaroba. Dari keterangan yang beredar, antrean kendaraan tampak memanjang hingga beberapa kilometer. Kondisi ini memicu keluhan dari para pengguna jalan yang terjebak di lokasi tersebut pada malam jam 18.30 WIB, Minggu 15 Desember 2024.

Kemacetan panjang di Jalan Trans Kalimantan sering terjadi karena beberapa faktor utama, seperti kerusakan Jalan. Ruas jalan yang berlubang dan tergenang air ketika hujan membuat kendaraan harus melaju dengan lambat. Hal ini diperparah dengan kondisi jalan yang minim penerangan pada malam hari.

Selain itu, menurut Ewinalgo, Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya dapil Sungai Ambawang dan Kuala Mandor B adalah disebabkan volume Kendaraan Tinggi. Di mana jalan Trans Kalimantan merupakan jalur utama yang menghubungkan beberapa wilayah di Pulau Kalimantan.

“Jalan trans Kalimantan merupakan jalur antara Kabupaten hingga Provinsi, lalu lintas kendaraan berat, seperti truk pengangkut logistik dan hasil tambang, turut memperparah kepadatan.” Ujarnya

Hujan deras yang mengguyur beberapa waktu terakhir juga menjadi faktor membuat jalan licin dan sulit dilalui. Kondisi ini menghambat kelancaran arus kendaraan.

“Kemacetan ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan ekonomi setempat. Banyak warga yang terhambat dalam menjalankan rutinitas, seperti bekerja, bersekolah, atau berdagang.” Tambahnya.

Suratno, salah satu pengemudi yang terjebak macet mengatakan, pengusaha dan sopir angkutan umum maupun barang merugi akibat keterlambatan pengiriman dan meningkatnya konsumsi bahan bakar.

“Pengemudi yang harus menunggu berjam-jam dalam kemacetan rentan kelelahan, yang bisa berbahaya bagi keselamatan berkendara.” Katanya

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi kemacetan ini, di antaranya:

Perbaikan dan pelebaran jalan di titik-titik rawan macet.
Penataan arus lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan berat.
Pembangunan jalur alternatif guna mengurangi beban jalan utama.
Dengan penanganan yang cepat dan efektif, Jalan Trans Kalimantan diharapkan bisa kembali menjadi jalur transportasi yang lancar dan aman bagi masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Haul Mbah Kyai Mat Halil Berjalan Sukses di Hadiri Prof. KH. Aqil Siradj, MA

28 Desember 2025 - 23:13 WIB

Mayat Pria Lansia Mengapung di Parit PT BPK Dikenal Warga Kuala Mandor B

25 Juli 2025 - 06:05 WIB

Remaja Parit Haji Abdurrahman lakukan Diskusi Ringan Bersama Polisi Perairan dan Udara

24 Juli 2025 - 00:50 WIB

Bawaslu Kalbar Lakukan Monitoring Pengisian SAQ di Bawaslu Kubu Raya

11 Juli 2025 - 12:59 WIB

Fenomena Aphelion 2025, Penurunan Suhu Udara di Bumi

8 Juli 2025 - 00:04 WIB

Sharing Session Kepenulisan KTI Al-Qur’an (KTIQ): Menguatkan Generasi Qurani dalam Membentuk Masyarakat Madani yang Harmonis dan Berdaya Saing

7 Juli 2025 - 17:20 WIB

Trending di Berita Borneo