PONTIANAK – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pihaknya tengah melakukan evaluasi terhadap tenaga pendamping desa. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat bersama Komisi V DPR RI pada 7 November 2024.
Evaluasi tersebut dilakukan guna meningkatkan kinerja dan profesionalisme pendamping desa, yang selama ini menjalankan tugas dengan dukungan anggaran yang cukup besar. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk memastikan efektivitas program pembangunan desa serta akuntabilitas penggunaan dana yang dialokasikan.
Baca juga: berita kalbar
“Kalau ini kita biarkan, nanti di tahun 2029 mungkin sebagian besar, bahkan seluruh pendamping desa, akan nyaleg semua, itu akan merepotkan kita,” kata Yandri dikutip Yandri dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu (12/3/2025).
Selain itu, ia menyoroti banyaknya pendamping desa yang memiliki pekerjaan sampingan, seperti menjadi penyelenggara pemilu atau pekerjaan lainnya.
“Selama ini juga banyak pendamping desa yang double job (pekerjaan ganda), menerima gaji dari pemerintah sebagai pendamping desa, tapi juga menerima gaji sebagai penyelenggara pemilu. Itu tidak dievaluasi selama ini. Ini juga bagian dari pekerjaan kami, mohon beri kesempatan kepada kami untuk melakukan evaluasi,” kata Yandri.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut evaluasi ini bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan demi kemajuan desa.
“Saya bukan suka atau tidak suka untuk melakukan evaluasi, tapi ini demi kepentingan desa yang lebih besar. Kita harus membangun desa dengan hati, bukan dengan kepentingan individu atau kelompok. Itu yang saya lakukan. Kalau saya mau untung sendiri, saya bisa mengikuti pola lama, tapi itu tidak saya lakukan,” katanya. (RED)










