beritaborneo.co.id/ – Kopi bukan sekadar minuman, tetapi budaya dan gaya hidup yang terus berkembang. Di Indonesia, negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia, ragam jenis kopi tumbuh subur di berbagai daerah dengan cita rasa khas yang menggoda lidah para penikmatnya.
Tiga jenis kopi utama yang dikenal secara luas adalah Arabika, Robusta, dan Liberika. Ketiganya memiliki karakteristik unik yang membedakan satu dengan lainnya.
1. Kopi Arabika (Coffea arabica)
Arabika merupakan jenis kopi paling populer di dunia, menyumbang sekitar 60–70% produksi global. Tumbuh di dataran tinggi dengan suhu sejuk, kopi ini dikenal memiliki rasa asam yang kompleks dan aroma wangi yang lembut. Di Indonesia, Arabika banyak ditemukan di daerah seperti Gayo (Aceh), Toraja (Sulawesi Selatan), dan Kintamani (Bali).
2. Kopi Robusta (Coffea canephora)
Berbeda dari Arabika, Robusta tumbuh di dataran rendah dan lebih tahan terhadap hama. Kandungan kafeinnya lebih tinggi dan cita rasanya lebih kuat serta pahit, cocok untuk espresso dan kopi instan. Daerah penghasil Robusta di Indonesia meliputi Lampung, Bengkulu, dan Jawa Timur.
3. Kopi Liberika (Coffea liberica)
Jenis kopi ini cukup langka dan memiliki ukuran buah serta daun yang lebih besar. Cita rasanya cenderung unik, dengan aroma kayu dan rasa sedikit asam-fermentatif. Liberika banyak tumbuh di Jambi dan sebagian Kalimantan. Meskipun belum sepopuler Arabika dan Robusta, Liberika mulai dilirik karena keunikannya.
Dr. Raj Dasgupta, dokter spesialis tidur bersertifikat dan kepala penasihat medis Sleepopolis, kepada TODAY mengatakan waktu terbaik minum kopi.
“Waktu terbaik untuk minum kopi adalah tengah hingga akhir pagi, biasanya sekitar pukul 9:30 hingga 11:30 pagi,” kata
Ia juga menyarankan minum kopi 1-3 jam setelah bangun tidur.
Lebih lanjut, ahli diet juga meminum kopi diwaktu tengah pagi lebih baik dari sudut pandang filosofis.
“Kopi di tengah pagi lebih baik dari sudut pandang fisiologis,” tutur Julia Zumpano, dikutip Selasa (3/6).









