BENGKAYANG, beritaborneo.co.id/ – Monterado – Sabtu, 32 Mei 2025, Aula Dusun Giri Raharja, Desa Beringin Baru, Kecamatan Monterado menjadi saksi kebersamaan dalam bingkai budaya dan religiusitas. Majelis Adat Budaya Jawa (MABJ) Kecamatan Monterado kembali menggelar kegiatan rutin selapanan, yang kali ini terasa istimewa karena dihadiri langsung oleh Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bengkayang, Kyai Ahmad Bashori, S.Pd.I.
Dalam kesempatan tersebut, Kyai Ahmad Bashori menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi antara MABJ dan NU, mengingat adanya kedekatan historis dan kultural antara tradisi Jawa dan nilai-nilai yang dijunjung dalam Nahdlatul Ulama.
“Mayoritas masyarakat Jawa di Kecamatan Monterado adalah warga NU. Maka tidak mengherankan jika kegiatan MABJ sangat kental dengan nuansa keagamaan yang sejalan dengan kultur NU,” jelas Kyai Ahmad.
Beliau juga menegaskan bahwa hubungan antara jamaah (umat) dan jam’iyah (organisasi) harus terus diperkuat, terutama dalam menjaga nilai-nilai tradisional dan keagamaan.
“Harapannya, MABJ bisa berjalan beriringan dengan NU, saling mendukung dalam setiap program keagamaan maupun kebudayaan. Karena sejatinya, budaya dan agama dalam konteks NU tidak dapat dipisahkan,” tambahnya.
Kegiatan selapanan ini dihadiri oleh para sesepuh dan tokoh masyarakat dari seluruh desa di Kecamatan Monterado. Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ketua LAZISNU Kabupaten Bengkayang, Khusni Mubarok. Doa bersama ini menjadi pembuka yang sakral dan sekaligus sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur serta doa untuk kebaikan bersama.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan kali ini adalah pembahasan rencana kegiatan menyambut malam 1 Syuro, yang merupakan salah satu momentum penting dalam budaya Jawa dan juga memiliki makna spiritual dalam tradisi NU. Para peserta menyepakati bahwa malam 1 Syuro akan diisi dengan kegiatan doa bersama sebagai upaya menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi yang mulai tergerus zaman.
Ketua MABJ Kecamatan Monterado, Bapak Budi , menyampaikan bahwa MABJ menjadi ruang strategis bagi masyarakat Jawa di perantauan untuk tetap menjaga budaya leluhur.
“Kami ingin budaya Jawa tetap hidup di tengah masyarakat multikultur seperti di Monterado ini. Dengan adanya dukungan dari NU, kami optimistis visi dan misi MABJ akan semakin kuat,” tuturnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, hangat, dan penuh semangat kebersamaan. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama yang kembali dipimpin oleh Khusni Mubarok. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati hidangan yang disiapkan secara gotong royong.
Melalui kegiatan ini, MABJ Kecamatan Monterado tidak hanya memperkuat jati diri budaya Jawa di tanah rantau, tetapi juga menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai budaya dan keagamaan dalam satu harmoni yang utuh bersama NU. Kebersamaan seperti ini diharapkan terus tumbuh demi terjaganya nilai kultural dan spiritual masyarakat Jawa di Monterado.*










