Seedbacklink

Puasa Arafah 2026: Sebuah Momentum Penghapus Dosa selama Dua Tahun

Deskripsi Gambar

Puasa Arafah sekali lagi menjadi topik hangat bagi umat Islam menyusul datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ibadah sunnah yang diperingati pada tanggal 9 Zulhijah ini dikabarkan mempunyai keutamaan yang sangat besar, terutama bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

 

Merujuk pada kalender Hijriah dan perhitungan hisab yang diperkirakan, Puasa Arafah tahun 2026 diprediksi akan jatuh pada hari Selasa, 26 Mei 2026, bertepatan satu hari sebelum Idul Adha, yang diperkirakan jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.

 

Puasa Arafah secara sengaja diperingati bertepatan dengan ibadah wukuf yang dilaksanakan oleh jamaah haji di Arafah. Dalam ajaran Islam, hari Arafah disebut-sebut sebagai salah satu hari yang penuh berkah dalam setahun, selain sebagai puncak ibadah haji, di hari ini umat manusia juga mendapatkan ampunan dosa.

 

Rasulullah SAW pernah menyampaikan dalam sebuah hadis riwayat Muslim:

 

“Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

 

Itulah sebabnya kenapa umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Arafah.

 

Tidak hanya pahala dosa, para ulama juga mengungkapkan bahwa di hari Arafah merupakan hari terkabulnya doa dan amal saleh. Para umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah yang berkaitan dengan zikir, infaq/sedekah, membaca Al-Quran, dan tentu saja berdoa, yang menjadi prioritas utamanya pada hari itu.

 

Niat puasa Arafah yang umumnya dibaca:

 

“Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta’ala.”

 

Yang artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”

 

Semangat menyambut Puasa Arafah mulai marak diperbincangkan di berbagai platform media sosial, forum komunitas umat Muslim internasional, dan lain sebagainya. Banyak netizen saling mengingatkan akan pentingnya memperbanyak amalan baik pada hari Arafah sebagai bentuk diri.

 

Para ulama juga menyebutkan bahwa keutamaan puasa Arafah secara khusus ditujukan bagi umat Islam yang sedang tidak berhaji, bagi jamaah haji, sebagian besar ulama berpendapat lebih baik berpuasa. Hal ini dikarenakan agar jamaah tetap dalam kondisi terbaik during the worship pilgrimage.

 

Oleh karena itu, memasuki bulan Zulhijah ini, umat Islam diharapkan tidak hanya bersemangat menyambut Hari Raya Idul Adha dan ibadah kurbannya, melainkan juga bisa mengisi sepuluh hari pertama Zulhijah dengan memperbanyak pahala dengan berpuasa sunnah, zikir, dan tentu saja amal social.

RajaBackLink.com