Pontianak, beritaborneo.co.id – Akademisi ekonomi di Kalimantan Barat menyoroti kondisi pemulihan ekonomi masyarakat pasca perayaan Idulfitri yang dinilai mulai menunjukkan pergerakan positif, meski belum sepenuhnya stabil.
Pengamat ekonomi daerah, Muhammad Khodri, S.M., M.M., mengatakan bahwa momentum pasca Lebaran biasanya diiringi dengan peningkatan konsumsi masyarakat yang cukup signifikan.
“Perputaran uang saat Lebaran memang tinggi, tetapi setelah itu akan terjadi fase penyesuaian. Saat ini kita melihat ada pemulihan, namun daya beli masyarakat masih perlu diperkuat,” ujarnya, Senin (6/4).
Menurutnya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Aktivitas pelaku UMKM mulai kembali normal setelah libur panjang, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan.
“Kenaikan harga bahan baku dan distribusi barang masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha kecil. Ini perlu mendapat perhatian serius,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Intervensi kebijakan yang tepat dinilai dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah perlu hadir melalui penguatan pasar dan dukungan nyata terhadap UMKM, baik dari sisi permodalan maupun peningkatan kapasitas usaha,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemulihan ekonomi tidak hanya bergantung pada konsumsi jangka pendek, tetapi juga harus didukung oleh penguatan sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja baru.
Dengan kondisi tersebut, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat menjadi lebih merata dan berkelanjutan. (RED)



