banner 728x250

Dampak Perang AS–Iran terhadap Ekonomi Global dan Kalimantan Barat: Analisis Pengamat

banner 120x600

Ekonomi, beritaborneo.co.id – Perang Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia. Namun Indonesia tidak menaikkan harga BBM. Apa dampaknya bagi ekonomi Kalbar?. perang AS Iran, harga minyak dunia, BBM Indonesia, inflasi Kalbar, subsidi energi, ekonomi Kalimantan Barat

 

Dampak Perang Amerika Serikat–Iran terhadap Ekonomi Global dan Kalbar

 

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengguncang ekonomi global, terutama karena kedekatannya dengan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

 

Gangguan di kawasan ini memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

Lonjakan Harga Minyak Dunia

Dampak paling nyata dari perang adalah kenaikan energi. Harga minyak global melonjak signifikan, biaya logistik dan distribusi meningkat bahkan isiko krisis energi global kembali muncul.

Kondisi ini biasanya diikuti oleh kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Kebijakan Indonesia harga BBM Tidak Naik menurut informasi sampai akhir 2026 masih stabil. Pemerintah Indonesia memilih tidak menaikkan harga BBM domestik meskipun harga minyak dunia meningkat. Namun, resiko kebijakan ini memiliki konsekuensi. Beban Subsidi dan APBN serta subsidi energi berpotensi meningkat ekanan terhadap anggaran negara (APBN)

Dampak terhadap Inflasi

Dengan harga BBM yang ditahan akan mengakibatkan Inflasi relatif lebih terkendali. Namun tekanan tetap muncul dari sektor pangan dan logistik artinya, inflasi hanya diredam, bukan dihilangkan.

Implikasi bagi Kalimantan Barat sebagai daerah berbasis perdagangan dan komoditas, Kalimantan Barat menghadapi:

1. Inflasi Lebih Stabil

Harga BBM yang tidak naik membantu menahan kenaikan harga.

2. Biaya Logistik Tetap Naik

Distribusi barang masih terdampak harga energi global.

3. Dampak pada Komoditas.

Sawit dan karet berpotensi naik dan Biaya produksi ikut meningkat

4. Daya Beli Terjaga

 

Konsumsi masyarakat relatif stabil dibanding skenario kenaikan BBM. Kebijakan tidak menaikkan harga BBM merupakan strategi penahan guncangan (shock absorber) dalam jangka pendek.

 

Namun dalam jangka menengah resiko fiskal meningkat, subsidi bisa membengkak dan ketergantungan pada APBN semakin besar

 

Perang antara Amerika Serikat dan Iran berdampak luas terhadap ekonomi global, terutama melalui kenaikan harga energi.

 

Kebijakan pemerintah Indonesia yang tidak menaikkan harga BBM berhasil menjaga stabilitas ekonomi, termasuk di Kalimantan Barat. Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi berupa tekanan terhadap anggaran negara. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *