Menu

Mode Gelap
Tasyakuran dan Pengesahan Warga Baru Tingkat 1 PSHT Cabang Pontianak Berlangsung Dengan Sukses Kapolda Kalbar, Pejabat Baru Tekankan Kolaborasi dan Inovasi  How To Handle Every Movie Challenge With Ease Using These Tips 20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It The Most Influential People in the Green House Industry and Their Celebrity Dopplegangers

Nasional · 22 Okt 2024 10:12 WIB ·

Tak Terima Anaknya Dijewer, Seorang Guru Honorer Dilaporkan Orang Tua Siswa ke Polisi


 Tak Terima Anaknya Dijewer, Seorang Guru Honorer Dilaporkan Orang Tua Siswa ke Polisi Perbesar

beritaborneo.co.id/ Ibu Supriyani, seorang guru honorer SD Negeri di Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilaporkan seorang polisi karena menghukum anaknya. (22/10/24)

Kasus ini bermula ketika ibu korban, Nurfitriana melihat ada bekas luka memar pada di bagian paha belakang anaknya yang masih masih duduk di kelas satu SD, Kamis, 25 April lalu.

“Alasan korban luka itu akibat jatuh di sawah bersama ayahnya,” ujarnya.

Kemudian, Nurfitriana menanyakan ke suaminya, Aipda Wibowo Hasyim terkait luka yang dialami anaknya akibat jatuh dari sawah. Sehingga Aipda Wibowo menanyakan luka tersebut ke anaknya.

“Suaminya lalu menanyakan ke anaknya, lalu korban menjawab kalau habis dipukul sama gurunya berinisial SP,” kata Febri.

Tak terima atas perbuatan guru tersebut, Aipda Wibowo kemudian melaporkan kasus ini ke pihak Polsek Baito pada tanggal 26 April. Kemudian dilakukan mediasi dengan melibatkan pemerintah setempat.

“Jadi kasus ini sudah dilakukan mediasi dengan melibatkan pemerintah desa setempat. Bahkan suami guru itu juga ikut. Pelaku dianjurkan untuk minta maaf agar kasus ini selesai,” jelasnya.

Sementara itu, kronologi yang diperoleh dari pihak sekolah, dan sudah viral di berbagai aplikasi pesan menyatakan siswa diduga memberitahu kepada orang tua telah dipukul guru.

“Padahal gurunya hanya menegur tidak memukul. Tapi ortunya tidak terima. Daripada panjang masalah guru & kepala sekolah datang ke rumah minta maaf,” dikutip dari pesan tersebut.

Tapi, diduga orang tua siswa yang juga berprofesi sebagai polisi itu justru menjadikan permintaan maaf itu sebagai pengakuan kesalahan untuk diproses laporan kepolisian.

“Sampai akhirnya guru dapat panggilan di Polda. Sampai sana katanya mau dimintai keterangan ternyata langsung ditahan, suaminya disuruh pulang. Padahal ini guru masih honorer punya anak kecil. Sudah beberapa malam ditahan di Polda,” demikian kelanjutan pesan tersebut.

Dalam keterangan tersebut disebutkan pula bahwa sebelumnya orang tua siswa diduga meminta uang Rp50 juta ketika guru datang ke rumah untuk minta maaf. Namun, guru tersebut tak mau membayar karena menegaskan tak melakukan tindakan pemukulan.

Kasus ini menarik perhatian publik, terutama di Konawe Selatan, di mana masyarakat dan kelompok aktivis meluncurkan gerakan “Save Ibu Supriyani, S.Pd” untuk mendukung guru tersebut.

Mereka meminta doa dan bantuan dari masyarakat agar Supriyani dapat segera bebas dan melanjutkan tugasnya sebagai pengajar.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Admin

Baca Lainnya

Diduga Terkendala Ekonomi, Siswa SD di NTT Akhiri Hidupnya

5 Februari 2026 - 03:51 WIB

Sindikat Perdagangan Orang, Bayi-bayi Jadi Korban Kepolisan Tangkap Pelaku 

18 Juli 2025 - 18:47 WIB

Timnas Indonesia U-23 Tumbangkan Brunei 8-0 di Piala AFF U-23 2025

16 Juli 2025 - 01:27 WIB

Maman Abdurahman Klarifikasi Terkait Surat Dinas yang Menyeret Istrinya 

5 Juli 2025 - 01:36 WIB

Status Seleksi CPNS 2025: Cek yuk Syaratnya!

13 Juni 2025 - 22:01 WIB

Hikmah! Sosok Guru Viral Di Gaji 200 Ribu Hingga MK Putuskan Sekolah Gratis Minimal Jenjang Pendidikan Dasar

4 Juni 2025 - 04:54 WIB

Trending di Pendidikan