Seedbacklink

Dimomen Hari Kartini, Indah Awaliyah: Perjuangan Kartini Belum Usai

Kartini Day

Indah Awaliyah
Foto: Aktivis mahasiswa, Indah Allawiyah/Ist.

PONTIANAK – Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April kembali menjadi momentum penting dalam memperjuangkan hak-hak perempuan di berbagai bidang kehidupan. Semangat emansipasi yang diwariskan oleh Raden Ajeng Kartini dinilai masih sangat relevan di tengah berbagai tantangan ketimpangan sosial yang masih terjadi hingga saat ini.

Aktivis mahasiswa, Indah Allawiyah, saat ditemui pada Rabu (22/4/2026), menyampaikan bahwa perjuangan Kartini tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial pada masanya yang penuh keterbatasan bagi perempuan.

“Kita sama-sama tahu posisi Kartini saat itu sebagai perempuan tentu sangat terbatas. Namun melalui pemikirannya, ia berani melawan ketimpangan sosial, belum lagi dalam hal pendidikan dan posisi perempuan,” ujarnya.

Menurut Indah, generasi saat ini yang telah menikmati hasil perjuangan Kartini tidak boleh terlena. Ia menegaskan bahwa perjuangan emansipasi perempuan belum sepenuhnya selesai selama masih ada ketimpangan, diskriminasi, dan ketidakadilan di tengah masyarakat.

“Kita saat ini yang telah menikmati perjuangan Kartini tentu tidak boleh terlena. Karena bicara perjuangan Kartini tidak akan pernah selesai jika masih ada ketimpangan, pendiskriminasian, dan ketidakadilan antar lapisan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai mahasiswa, lanjut Indah, peran sebagai kontrol sosial menjadi sangat penting dalam mengawal perubahan. Ia mengingatkan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan keberanian moral yang konsisten.

“Sebagai mahasiswa, kita perlu ingat bahwa tidak ada perubahan yang langsung instan. Sebagai kontrol sosial, kita memerlukan keberanian moral yang konsisten untuk terus menyuarakan kebenaran,” tegasnya.

Indah juga menekankan bahwa semangat perjuangan harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam melawan ketidakadilan.

“Melalui itulah nantinya kita akan mewariskan keberanian untuk generasi selanjutnya dalam melawan ketidakadilan. Karena bicara emansipasi, berarti kita juga bicara tentang penindasan,” pungkasnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk terus memperjuangkan kesetaraan dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya perempuan di Indonesia.

RajaBackLink.com