Seedbacklink
Berita  

Dua Dai Kalimantan Barat Ikuti ToT Da’i-Daiyah FESYAR KTI 2026, Perkuat Dakwah Ekonomi Syariah di Era Digital

Deskripsi Gambar

MATARAM– Dua dai asal Kalimantan Barat mengikuti Training of Trainers (ToT) Da’i-Daiyah dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kota Mataram, Lombok. Kegiatan yang mempertemukan utusan dari berbagai provinsi di Indonesia ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi, edukasi, dan implementasi ekonomi syariah di tengah masyarakat melalui peran strategis para dai.

Perwakilan Kalimantan Barat pada kegiatan tersebut adalah Ustad Syaiful, S.Ag. dari IKADI Kalimantan Barat dan Ustad Muhammad Sami dari Majelis Naqsyabandiyah Kalimantan Barat. Keduanya mengikuti pelatihan intensif bersama peserta dari berbagai daerah untuk meningkatkan kapasitas dakwah yang selaras dengan perkembangan ekonomi syariah dan transformasi digital.

Mengusung tema “Dari Mimbar ke Kehidupan: Strategi Dakwah Ekonomi Syariah yang Membumi dan Berdampak,” ToT Da’i-Daiyah menghadirkan para pakar ekonomi syariah, praktisi industri halal, akademisi, serta narasumber yang membahas strategi dakwah yang lebih kontekstual, aplikatif, dan mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman mengenai konsep dasar ekonomi dan keuangan syariah, pengembangan industri halal, literasi keuangan syariah, teknik komunikasi publik, hingga pemanfaatan teknologi digital sebagai media dakwah yang efektif. Materi tersebut diharapkan mampu memperkuat peran dai sebagai agen edukasi yang dapat menjembatani pemahaman masyarakat terhadap praktik ekonomi syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.

Ustad Syaiful mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi keagamaan. Oleh karena itu, seorang dai harus mampu menyesuaikan metode dakwah agar tetap relevan, mudah dipahami, dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan umat.

“ToT ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana menyampaikan dakwah ekonomi syariah dengan pendekatan yang lebih komunikatif, membumi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga harus hadir melalui berbagai platform digital agar mampu menjangkau lebih banyak kalangan,” ujar Ustad Syaiful.

Senada dengan itu, Ustad Muhammad Sami menilai bahwa penguatan kapasitas dai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan literasi ekonomi syariah di daerah. Menurutnya, masyarakat memerlukan edukasi yang sederhana, praktis, dan mudah dipahami agar prinsip-prinsip ekonomi syariah dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

“Melalui pelatihan ini kami memperoleh banyak pengalaman dan strategi baru dalam menyampaikan nilai-nilai ekonomi syariah. Harapannya, ilmu yang didapat dapat kami implementasikan di Kalimantan Barat sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjalankan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan syariat Islam,” ungkapnya.

Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ajang edukasi dan pengembangan kompetensi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, dan para dai dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Keikutsertaan dua utusan Kalimantan Barat tersebut menjadi wujud komitmen daerah dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul di bidang dakwah ekonomi syariah. Dengan bekal ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan, diharapkan keduanya mampu menjadi motor penggerak literasi ekonomi syariah di Kalimantan Barat, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang adil, inklusif, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui FESYAR KTI 2026, diharapkan semangat membangun ekosistem ekonomi syariah tidak berhenti pada forum pelatihan semata, tetapi terus berlanjut dalam bentuk aksi nyata di tengah masyarakat. Peran para dai sebagai penyampai nilai-nilai Islam menjadi sangat strategis dalam membangun kesadaran bahwa ekonomi syariah bukan sekadar konsep, melainkan solusi yang mampu menghadirkan keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

RajaBackLink.com