Pontianak, beritaborneo.co.id-Kami sangat mendukung kegiatan PKDP, seharusnya kegiatan seperti ini harus berkala dilakukan sebagai ikhtiar menjaga mutu dosen di lingkungan fakultas ini, diharapkan melalui program ini, teman-teman dosen bisa lebih profesional dalam mendidik mahasiswa sehingga berdampak pada jaminan mutu lulusan dari FTIK IAIN Pontianak, jadi PKDP menjadi jurus sakti dalam meningkatkan kompetensi dosen.
Demikian apresiasi Prof. Dr. H. Hermansyah, M.Ag yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak. Sejumlah dosen dari FTIK IAIN Pontianak mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI melalui Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Walisongo Semarang.
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan PKDP 2026, kami mendapat laporan ada 4 (empat) dosen FTIK yang ikut, ada Pak Didi Darmadi dari Program Studi PAI, ada bu Maria Ulfa dari Program Studi PIAUD, Septian Utut Sugiatno dari TBI, dan Resvan dari PGMI. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya institusi dalam mendukung peningkatan kualitas dan profesionalisme dosen di lingkungan FTIK IAIN Pontianak,” ujar Guru Besar Bidang Antropologi Islam, saat ditemui diruang kerjanya.
Sementara itu, Didi Darmadi salah satu peserta PKDP 2026 menjelaskan beberapa persyaratan yang harus mereka penuhi, antara lain mengenai jabatan fungsional, waktu kegiatan, dan sistem pelaksanaan program.
“PKDP merupakan program nasional yang ditujukan bagi dosen tetap yang telah memiliki jabatan fungsional minimal Asisten Ahli. Pada tahun 2026, Kementerian Agama menunjuk 20 PTKIN sebagai penyelenggara program, salah satunya UIN Walisongo Semarang yang telah berpengalaman menyelenggarakan PKDP selama lima tahun terakhir.
Program berlangsung pada 8–23 Juni 2026 dengan polapembelajaran hybrid yang memadukan kegiatan daring dan luring. Rangkaian kegiatan terdiri atas In Service Course 1 (ISC-1), On the Job Course (OJC), dan In Service Course 2 (ISC-2). Pada penyelenggaraan tahun ini, UIN Walisongo memfasilitasi144 peserta yang berasal dari Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag.,” jelas Gugus Kendali Mutu Program Studi PAI FTIK IAIN Pontianak.
Dijelaskan juga oleh Maria Ulfa, ada berbagai materi yang diberikan dalam PKDP 2026, ada terkait kebijakan PKDP, karir dosen, RPS, moderasi beragama, dan lainnya.
“Kami diberikan berbagai materi oleh pengelola program, meliputi kebijakan PKDP, pengembangan karier dosen, perencanaan dan evaluasi pembelajaran, strategi pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, serta paradigma kesatuan ilmu. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” rinci Ulfa.
Septian Utut Sugiatno, salah peserta menyampaikan kesan bahwa PKDP menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan wawasan, kompetensi pedagogik, serta memperluas jejaring akademik dengan dosen dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.
“Dari materi teori, praktik, sebagai pengalaman yang diperoleh selama program diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran dan pengembangan akademik di kampus.
Selain mendukung pengembangan profesionalisme dosen, PKDP juga menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi kami untuk mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos). Oleh karena itu, para peserta berharap program ini dapat menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas kinerja akademik sekaligus mendukung pengembangan karier dosen di masa mendatang,” kesan Septian, yang mengampu mata kuliah Bahasa Indonesia.
Begitu juga Resvan, ia juga memberikan kesan mendalam, bahwa PKDP memberikan penguatan kompetensi dan kesempatan berbagi pengalaman dengan teman-teman dosen dari berbagai perguruan tinggi di indonesia.
“Melalui partisipasi dalam PKDP, para dosen tidak hanya memperoleh penguatan kompetensi mengajar, tetapi juga kesempatan untuk berbagi praktik baik dan pengalaman akademik dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Indonesia. Interaksi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi akademik, serta mendorong lahirnya inovasi dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang lebih responsif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat dan pembangunan karakter bangsa,” pungkas dosen muda yang ramah ini.















