PONTIANAK , BERITABORNEO.CO.ID – Seorang pelanggan layanan internet XL SATU mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterimanya setelah permintaan penyambungan kembali layanan internet di rumahnya yang sedang direnovasi ditolak oleh pihak penyedia layanan.
Menurut keterangan pelanggan, dirinya merupakan pelanggan resmi XL SATU yang selama ini selalu membayar tagihan tepat waktu. Permasalahan bermula ketika rumah yang ditempatinya menjalani proses renovasi sehingga kabel dan perangkat internet harus dipindahkan sementara demi kelancaran pekerjaan pembangunan.
Meski lokasi rumah tidak berpindah alamat dan masih berada di titik yang sama, pelanggan mengaku mengalami kesulitan saat mengajukan permohonan penyambungan kembali layanan internet. Pihak XL SATU, menurutnya, menolak permintaan tersebut dengan alasan titik pemasangan tidak sesuai dengan ketentuan atau aturan internal perusahaan.
Pelanggan mengaku telah menjelaskan bahwa pemindahan perangkat hanya bersifat sementara karena proses renovasi, bukan perpindahan domisili. Namun, jawaban yang diterima tetap sama, yakni layanan hanya dapat diperbaiki atau dipasang kembali pada titik awal pemasangan.
Dalam keterangan yang lain saat di hubungi tim, Selasa (28/6/2026). Pelanggan yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial UK menegaskan bahwa keluhan yang disampaikannya bukan bertujuan untuk mencemarkan nama baik perusahaan, melainkan sebagai bentuk harapan agar kualitas pelayanan kepada pelanggan dapat ditingkatkan.
“Saya tidak menulis kronologi ini untuk menjatuhkan nama baik siapa pun. Saya hanya ingin hak saya sebagai pelanggan dihargai. Saya berharap XL SATU segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan kualitas pelayanannya agar pelanggan tidak terus dirugikan,” ujar UK.
Menurut UK, apabila memang terdapat aturan internal yang menjadi dasar penolakan pelayanan, aturan tersebut semestinya juga disertai solusi yang berpihak kepada pelanggan.
“Kalau memang ada aturan yang menjadi dasar penolakan pelayanan, seharusnya aturan tersebut juga memberikan solusi, bukan justru membuat pelanggan yang sudah membayar tagihan kehilangan akses terhadap layanan yang menjadi haknya,” katanya.
UK juga meyakini bahwa persoalan serupa kemungkinan tidak hanya dialami dirinya. Namun, menurutnya, tidak sedikit pelanggan yang memilih untuk tidak menyampaikan keluhan karena merasa aspirasinya tidak akan mendapatkan respons.
“Saya percaya masih banyak pelanggan lain yang mengalami hal serupa, namun memilih diam karena merasa keluhannya tidak akan didengar. Saya berharap dengan adanya kronologi ini, XL SATU mau berbenah dan lebih menghargai kepercayaan para pelanggannya,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak XL SATU terkait keluhan tersebut. Ruang hak jawab dan hak klarifikasi terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.















