Seedbacklink
Seedbacklink

MASA TA’ARUF SANTRI PONDOK PESANTREN AL-JIHAD KETAPANG TAHUN AJARAN 2026/2027 RESMI DIBUKA

Deskripsi Gambar

Ketapang – Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang secara resmi menggelar Masa Ta’aruf Santri (MATSAMA) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung pada 24 hingga 30 Juli 2026 bertempat di Mushalla Al-Jihad Ketapang. Kegiatan ini menjadi momentum awal bagi seluruh santri untuk mengenal lebih dekat kehidupan pesantren, membangun karakter, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dan kepesantrenan sebagai bekal dalam menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang.

 

Sebanyak 66 santri mengikuti kegiatan tersebut, yang terdiri dari 21 santri baru dan 45 santri lama. Kehadiran santri lama dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pendamping bagi para santri baru dalam beradaptasi dengan budaya kehidupan pesantren yang disiplin, religius, dan penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang, Ustadz Ihya Ulumuddin, S.Pd., menyampaikan bahwa Masa Ta’aruf Santri bukan sekadar kegiatan orientasi, melainkan proses awal pembentukan karakter santri yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Menurutnya, pesantren merupakan tempat menempa akhlak, memperkuat ilmu pengetahuan, serta membiasakan kehidupan yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

 

“Anak-anakku sekalian, hari ini kalian telah menjadi bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang. Jadikan momentum ini sebagai awal untuk menata niat dalam menuntut ilmu karena keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari kecerdasan intelektualnya, tetapi juga dari akhlak, adab, kedisiplinan, dan keikhlasannya dalam menjalani kehidupan di pesantren,” pesannya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan MATSAMA ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada santri mengenai sistem pendidikan, tata tertib, budaya kehidupan di pesantren, serta membangun semangat ukhuwah Islamiyah di antara seluruh santri sejak awal memasuki lingkungan Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh santri baru mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kehidupan pesantren, memahami hak dan kewajiban sebagai santri, serta tumbuh menjadi pribadi yang religius, mandiri, disiplin, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang terus berkomitmen menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas melalui perpaduan antara penguatan ilmu agama, pendidikan formal, pembinaan karakter, serta pengembangan keterampilan hidup. Dengan terselenggaranya Masa Ta’aruf Santri Tahun Ajaran 2026/2027 ini, diharapkan lahir generasi santri yang beriman, berilmu, berakhlakul karimah, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.

Sementara itu, sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan disampaikan oleh Wakil Ketua Yayasan Islamiyah Al-Jihad Ketapang, H. M. Syafi’ie Huddin, S.Ag.

 

Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan di pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi Islam yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Beliau juga mengajak seluruh santri untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, semangat, dan rasa tanggung jawab sebagai bagian dari proses pembentukan karakter selama berada di lingkungan pesantren.

 

Ia juga menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter, akhlak mulia, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai seorang muslim.

 

Beliau menegaskan bahwa memasuki lingkungan pesantren merupakan sebuah pilihan mulia yang harus disyukuri oleh seluruh santri. Menurutnya, kehidupan di pesantren akan mengajarkan nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat untuk terus belajar sepanjang hayat.

 

“Menjadi santri adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah. Di pesantren inilah kalian akan dididik bukan hanya menjadi orang yang pandai, tetapi juga menjadi pribadi yang beradab, berakhlakul karimah, memiliki integritas, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara. Karena itu, ikutilah seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, hormati para guru, sayangi sesama teman, dan jadikan setiap aktivitas di pesantren sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT,” pesannya.

 

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh santri baru agar memanfaatkan Masa Ta’aruf Santri sebagai momentum untuk mengenal lebih dekat budaya kehidupan pesantren, memahami tata tertib, serta membangun semangat ukhuwah Islamiyah dengan seluruh warga pesantren. Menurutnya, keberhasilan seorang santri tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kemauan untuk terus memperbaiki diri, menjaga adab, serta istiqamah dalam menuntut ilmu.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada panitia yang telah menyusun rangkaian kegiatan dengan materi yang komprehensif dan relevan dengan tantangan zaman. Materi-materi yang disampaikan diharapkan mampu memperkuat wawasan keislaman, kepesantrenan, kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, kesehatan, moderasi beragama, hingga pembentukan karakter santri yang unggul.

 

Menutup sambutannya, H. M. Syafi’ie Huddin, S.Ag. berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab sehingga nilai-nilai yang diperoleh selama Masa Ta’aruf Santri dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan di Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang.

 

“Semoga dari pesantren ini lahir generasi rabbani yang kuat aqidahnya, lurus ibadahnya, mulia akhlaknya, luas ilmunya, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa kemaslahatan bagi umat. Jadikan hari ini sebagai awal perjalanan panjang untuk mengukir prestasi, menjaga nama baik pesantren, dan mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.”

 

Usai menyampaikan sambutannya, beliau secara resmi membuka kegiatan Masa Ta’aruf Santri Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang Tahun Ajaran 2026/2027 yang ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada dua orang santri sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan MATSAMA. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan disambut antusias oleh seluruh peserta, dewan guru, serta tamu undangan yang hadir.

 

Selama tujuh hari pelaksanaan, panitia menghadirkan 12 narasumber yang berasal dari unsur pimpinan yayasan, pengasuh pondok, tenaga pendidik, serta para praktisi sesuai bidangnya. Berbagai materi disusun secara komprehensif guna membentuk santri yang memiliki wawasan keislaman, kepesantrenan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.

 

Adapun materi yang diberikan meliputi Kepesantrenan, Nilai-nilai Kepesantrenan, Pesantrenku Ramah dan Aman, Pesantrenku Hijau, Sehat Santriku, Moderasi Beragama, Disiplin Kunci Kesuksesan Santri, Pembelajaran dan Pengasuhan Berbasis Kurikulum Cinta, Budaya dan Kebiasaan Kehidupan Santri di Pondok Pesantren, Fiqih Wanita dan Kesehatan Reproduksi, Kepemimpinan, NU dan Keaswajaan, serta kegiatan Renungan Malam yang menjadi sarana refleksi spiritual bagi seluruh peserta.

seedbacklink