Jakarta, beritaborneo.co.id – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI ke 14 (2019-2024) Prof. Dr. H. Mahfud MD, mengingatkan organisasi primordial yang ada saat ini harus memberikan manfaat secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Organisasi kedaerahan juga harus menjadi perekat persatuan dan kesatuan RI. Meletakkan kesetiaan kepada Indonesia menjadi landasan konsep politik dalam setiap perjuangan organisasi kedaerahan.
Hal ini disampaikan Mahfud saat menerima kunjungan pengurus Yayasan Kerukunan Orang Madura (YAKORMA) di kantor MMD Initiative, Jl. Kramat 6 No. 18 Kec. Senen, Jakarta Pusat, Kamis siang (11/06/26)
“Kesetiaan kepada Indonesia itu artinya meletakkan kepentingan Indonesia diatas kepentingan suku,” kata Prof. Dr. Mahfud MD, yang juga Ketua MK RI (2008-2013)
Prof. Dr. Mahfud MD menyambut baik silaturahim Pengurus YAKORMA dan memberikan dukungan atas segala upaya dan capaian program yang telah dilakukan YAKORMA terutama di bidang sosial, ekonomi dan pendidikan.
Ditambahkan Mahfud, YAKORMA jangan hanya memberi manfaat bagi masyarakat Madura di perantauan namun harus memberi manfaat bagi masyarakat Madura yang tinggal di Pulau Madura. Mahfud MD juga mendorong Yakorma untuk terus aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan dan pembinaan karakter kebangsaan khususnya di kalangan generasi muda.
Dalam pertemuan tersebut Ketua Umum YAKORMA, Ahmad Hadariy menyampaikan beberapa program prioritas yayasan mulai dari penanganan sampah secara terpadu dan lingkungan, pemberdayaan SDM melalui integrasi potensi ekonomi UMKM, ketahanan pangan di beberapa sektor produktif mencakup pengelolaan tambak udang, industri air mineral hingga sektor peternakan dan legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Menurut Hadariy, banyak penambang lokal kesulitan menjual hasil tambang secara terbuka karena belum memiliki izin resmi.
“Kami DPP Yakorma akan membantu masyarakat Kalimantan Barat yang kesulitan mengurus izin Wilayah Pertambangan Rakyat . Yakorma akan bekerjasama dengan berbagai pihak dan instansi terkait agar masyarakat memperoleh izin resmi dari pemerintah,” kata Hadariy
Rombongan pengurus DPP Yakorma dipimpin ketua umum, Ahmad Hadariy didampingi oleh Pembina DPP H. Achmad Fauzy, H. Imam Marsudi, Penasehat Yakorma, Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat, H. Trisna Wijaya, Sekjen Aan Yugiastomo, Bendahara Umum Insan Kamil, Raynold J Surbakti, Achmad Latif Santoso, Harwanto Herlambang, Abdul Kadir, Abbas Muni, Ach. Fauzi, Fathus Surur, H. Sofyan dan H. Irsan Ketua Yakorma Kalimantan Barat.
Sekjen DPP Yakorma, Aan Yugiastomo menyampaikan pentingnya program pendidikan bagi masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di Pulau Madura. Karenanya ia mengusulkan pentingnya penguatan kerjasama dengan masyarakat dan mitra.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP Yakorma, Insan Kamil kepada pers menyatakan silaturahmi Pengurus YAKORMA dengan Mahfud MD sebagai tokoh Madura menjadi sarana untuk menyamakan visi dan memastikan seluruh program yayasan berjalan sesuai tujuan awal.
“Kami ingin hadir lebih dekat ke masyarakat. Kerukunan bukan hanya nama, tapi nilai yang harus kami wujudkan lewat aksi nyata,” Kata Insan Kamil yang juga Direktur Satgas Anti Hoax PWI Pusat.
Yayasan Kerukunan Orang Madura, Yakorma selama ini aktif dalam bidang sosial, ekonomi, pendidikan dan pelestarian budaya Madura. Dengan dukungan tokoh nasional seperti Prof. Dr. Mahfud MD, Yakorma optimis dapat memperluas jangkauan program dan kolaborasi lntas komunitas.
Audiensi ditutup dengan doa dan penyerahan cendera mata dari pengurus Yakorma kepada Prof. Dr. Mahfud MD dilanjutkan sesi foto bersama seluruh jajaran pengurus.















