Kalbar – Ferry Irwandi turut menyoroti video viral yang memperlihatkan momen Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dicegat Aliansi Mahasiswa Kalbar saat menggelar aksi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam video tersebut, Ria Norsan sempat melontarkan pernyataan kepada mahasiswa yang berada di lokasi aksi.
“Saya belum lihat mahasiswa turun ke lapangan,” ucap Ria Norsan dalam video yang sempat viral di media sosial.
Pernyataan tersebut kemudian mendapat sorotan dari Ferry Irwandi. Ia menyampaikan sejumlah kritik terkait peran mahasiswa dalam penanganan karhutla serta tanggung jawab pemerintah daerah.
Berikut poin-poin pernyataan Ferry Irwandi:
1. Mahasiswa bukan pihak yang bertanggung jawab memadamkan api
“Mahasiswa gak punya tanggung jawab untuk memadamkan api, itu tanggung jawab Anda, Gubernur!”
2. Mahasiswa turut menjadi relawan penanganan karhutla
“Selama seminggu saya di Kalbar, sebagian besar relawan adalah mahasiswa. Walaupun bukan tugas mereka, bukan tanggung jawab mereka, mereka tetap sukarela melakukan hal yang bukan tanggung jawabnya.
Kalau Anda tidak pernah bertemu mereka, berarti masalahnya di Anda, bukan mereka. Anda punya utang maaf ke mereka.”

3. Gubernur diminta bekerja dengan baik dan mendengarkan aspirasi masyarakat
“Kerja dengan benar. Anda dipilih untuk mendengarkan keluhan orang yang memilih Anda. Kalau mendengar itu membuat Anda ingin memukul rakyat Anda sendiri, maka Anda…”
Pernyataan terakhir tersebut terpotong dalam bahan narasi yang tersedia sehingga kelanjutannya perlu dipastikan melalui sumber asli.
Kritik ini menyoroti pentingnya tanggung jawab pemerintah dalam penanganan karhutla serta penghargaan terhadap keterlibatan mahasiswa dan relawan yang secara sukarela turun membantu masyarakat terdampak.








