BADKO HMI KALBAR SALURKAN BANTUAN LOGISTIK, DUKUNG RELAWAN KARHUTLA DI KUBU RAYA

Deskripsi Gambar

Kubu Raya — Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Kalimantan Barat menunjukkan kepedulian dengan turun langsung memberikan dukungan kepada para relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya.

Rusli, Ketua Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Desa Badko HMI Kalimantan Barat, didampingi Ketua Umum HMI Cabang Kubu Raya, Mahmudi, menyalurkan bantuan logistik melalui Posko Segar untuk mendukung kebutuhan para relawan di lapangan.

Bantuan yang diberikan berupa 500 lebih butir telur, air mineral, masker, serta sejumlah kebutuhan penunjang di lapangan. Bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para relawan yang bekerja di tengah kondisi panas, asap, dan medan yang tidak mudah.

Rusli menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam persoalan karhutla tidak boleh berhenti pada ruang diskusi maupun pernyataan keprihatinan.

“Karhutla adalah persoalan kemanusiaan dan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Relawan yang berada di lapangan harus kita dukung, karena mereka mempertaruhkan tenaga bahkan kesehatan untuk membantu masyarakat,” ujar Rusli.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika api telah membesar. Upaya pencegahan, edukasi masyarakat, pengawasan terhadap kawasan rawan, serta penguatan kapasitas masyarakat desa harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Data terbaru menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Kalimantan Barat masih cukup serius. BNPB mencatat luas lahan terbakar di Kalbar telah mencapai sekitar 38.310,89 hektare sepanjang 2026, sementara ribuan titik panas masih terdeteksi di berbagai wilayah.

Di Kabupaten Kubu Raya, ancaman tersebut juga mendapat perhatian serius karena kebakaran lahan berpotensi mengganggu permukiman dan aktivitas masyarakat. Kondisi ini semakin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat.

Sementara itu, Mahmudi, Ketua Umum HMI Cabang Kubu Raya, yang turut mendampingi penyaluran bantuan tersebut, menyampaikan bahwa keberadaan mahasiswa di tengah persoalan masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan konkret.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berbicara tentang persoalan rakyat, tetapi juga hadir ketika masyarakat dan relawan membutuhkan dukungan. Apa yang kami berikan mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas,” ungkap Mahmudi.

Lebih jauh, Badko HMI Kalbar mendorong agar persoalan karhutla tidak hanya dilihat sebagai persoalan musiman. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat langkah pencegahan serta melakukan evaluasi terhadap tata kelola lahan dan pola penanganan karhutla yang selama ini dilakukan.

Rusli menambahkan, pemberdayaan masyarakat desa harus menjadi salah satu pintu utama dalam mencegah terjadinya karhutla.

“Masyarakat desa tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek dalam penanganan karhutla. Mereka harus menjadi subjek utama dalam pencegahan dan pengawasan lingkungan. Karena itu, pemberdayaan masyarakat di tingkat desa harus diperkuat,” tegasnya.

Bagi Badko HMI Kalbar, persoalan karhutla bukan sekadar tentang jumlah titik panas atau luas lahan yang terbakar. Di baliknya terdapat kesehatan masyarakat, keselamatan relawan, keberlangsungan lingkungan, serta hak masyarakat untuk mendapatkan udara yang sehat.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Badko HMI Kalbar bersama HMI Cabang Kubu Raya menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam kerja-kerja sosial dan kemanusiaan, sekaligus mendorong lahirnya langkah pencegahan yang lebih serius dan berkelanjutan.

seedbacklink