KETAPANG – Peduli terhadap kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Ketapang bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) turun langsung ke lapangan membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat.
Aksi sosial tersebut dilakukan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas dan lalu lintas masyarakat di Kabupaten Ketapang. Pembagian masker menyasar pengendara maupun masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.
Koordinator aksi, Rudiansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian GP Ansor dan Banser terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Kami ingin hadir secara langsung di tengah masyarakat. Pembagian masker ini memang merupakan langkah sederhana, tetapi menjadi bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat, khususnya mereka yang masih harus beraktivitas di luar ruangan,” ujar Rudiansyah.
Menurutnya, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian bersama. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, paparan asap juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu yang panjang.
Rudiansyah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara belum membaik. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, ia mengingatkan pentingnya menggunakan masker dan menjaga kondisi kesehatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Di sisi lain, pencegahan karhutla juga harus menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Kasatkorcab Banser: Banser Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Sementara itu, Kasatkorcab Banser Ketapang, Kasubyantoro, mengatakan keterlibatan Banser dalam aksi pembagian masker merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk hadir dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Menurutnya, Banser tidak hanya memiliki peran dalam kegiatan sosial keagamaan dan pengamanan kegiatan organisasi, tetapi juga harus mampu merespons persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Banser harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kondisi kabut asap seperti sekarang ini menjadi momentum bagi kami untuk turun langsung, membantu masyarakat dan memberikan edukasi agar bersama-sama menjaga kesehatan serta lingkungan,” ujar Kasubyantoro.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, organisasi kepemudaan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi persoalan karhutla.
“Karhutla bukan persoalan satu pihak. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga Kabupaten Ketapang,” katanya.
Aksi Sosial di Sejumlah Titik
Dalam kegiatan tersebut, kader GP Ansor dan Banser dikerahkan untuk membagikan masker secara langsung kepada pengendara dan masyarakat di sejumlah titik di Kabupaten Ketapang.
Aksi tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat mengurangi paparan asap dan debu, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang baik.
PC GP Ansor dan Banser Ketapang berharap kegiatan sosial tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kesadaran dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Dari kepedulian, GP Ansor dan Banser hadir. Dari aksi nyata, untuk masyarakat Ketapang.HN.














