Jakarta, beritaborneo.co.id – Indonesia menghadapi ancaman serangan siber dengan intensitas tinggi. Dalam kurun waktu 24 jam, sedikitnya 657.000 serangan tercatat menyasar berbagai sektor, mulai dari keuangan, instansi pemerintahan hingga infrastruktur vital.
Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan digital melalui peningkatan standar keamanan, pembaruan patch secara berkala, serta pengawasan infrastruktur digital yang terintegrasi.
Berdasarkan dashboard Live Threat Map FortiGuard Labs, sebanyak 657.000 serangan siber berhasil dideteksi dan diblokir dalam periode 24 jam. Angka tersebut menunjukkan tingkat ancaman yang mencapai delapan serangan setiap detiknya.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, saat dikonfirmasi menyatakan, masih akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait situasi terkini. Penanganan teknis operasional dalam menanggulangi serangan siber merupakan ranah kewenangan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
”Saya cek dulu. Secara tanggung jawab dan fungsi kelembagaan, penanganan teknis operasional menanggulangi serangan siber adalah domain BSSN,” ujar Nezar saat di kutip kompas, Minggu (8/11/2026).
Dalam pantauan Tim Beritaborneo.co.id Live Threat Map FortiGuard Labs pada 8 November 2026 pukul 18.00 WIB. Berdasarkan wilayah Indonesia turun menjadi 83 serangan cyber. Semoga tetap waspada terhadap serangan tersebut.














