JAKARTA, BERITABORNEO.CO.ID – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia mulai 10 Juni 2026 memunculkan pertanyaan di masyarakat: apakah harga BBM di Indonesia masih tergolong murah dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya?
Penyesuaian harga dilakukan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. Akibatnya, sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara juga mengalami kenaikan harga BBM dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan kebijakan terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Perbandingan Harga BBM di Asia Tenggara
Data Global Petrol Prices yang dirangkum Databoks menunjukkan harga bensin RON 95 di Asia Tenggara per Maret 2026 sebagai berikut:
Negara Harga (Rp/liter)
Singapore Rp43.566
Laos Rp29.848
Cambodia Rp28.639
Philippines Rp24.294
Thailand Rp23.333
Myanmar Rp20.569
Vietnam Rp16.676
Malaysia Rp13.960
Indonesia (Maret 2026) Rp12.390
Jika dibandingkan dengan harga Pertamax Green 95 terbaru yang mencapai Rp17.000 per liter, maka posisi Indonesia tidak lagi menjadi yang termurah di Asia Tenggara. Harga tersebut kini sedikit lebih tinggi dibanding Vietnam dan berada di atas Malaysia, namun masih lebih murah dibanding Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, dan Singapura.
Meski demikian, keberadaan BBM bersubsidi membuat Indonesia masih memiliki salah satu harga bahan bakar paling rendah di kawasan. Pertalite yang dijual Rp10.000 per liter bahkan masih berada jauh di bawah rata-rata harga bensin negara-negara Asia Tenggara.
Kenaikan harga BBM non-subsidi ini diprediksi masih akan terpengaruh oleh perubahan harga minyak mentah global. Beberapa negara di Asia Tenggara juga sudah melakukan penyesuaian harga dalam beberapa bulan terakhir karena ketidakstabilan pasar energi global serta hambatan pasokan minyak internasional.
Tabel Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026.
Pertamax (RON 92): Rp16.250/liter
Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000/liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750/liter
Dexlite: Rp23.000/liter
Pertamina Dex: Rp24.800/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Biosolar: Rp6.800/liter.
Kesimpulan: Setelah perubahan harga pada 10 Juni 2026, BBM non-subsidi Indonesia bukan lagi yang paling murah di Asia Tenggara. Akan tetapi, berkat ketersediaan Pertalite dan Biosolar bersubsidi, tarif BBM yang dinikmati mayoritas penduduk Indonesia tetap tergolong terjangkau jika dibandingkan banyak negara tetangga.















