PONTIANAK – Komunitas Jaringan Rumah Diskusi (JRD) menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik Dasar yang berlangsung selama beberapa hari di Pontianak. Pada hari pertama, para peserta diajak untuk memahami sejarah pers Indonesia sebagai fondasi penting dalam membangun kesadaran kritis dan etika jurnalistik. Kegiatan tersebut berlangsung di Perpustakaan Rumah Adat Melayu, (21/05/ 2025)
Kegiatan yang diikuti 15 peserta dari kalangan mahasiswa, pemuda, dan aktivis literasi ini berlangsung secara interaktif. Materi disampaikan oleh narasumber dari jurnalis senior Andi Fachrizal Sapanya. Ia menyampaikan pada perjalanan pers Indonesia dari era kolonial hingga era digital dan juga ada beberapa tantangan pada platform seperti global seperti google, Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan lain-lain
Kegiatan Ini juga berlanjut dalam beberapa Minggu kedepan dan akan mencoba untuk terjun langsung didalam dunia Pers.
Ketua panitia pelaksana Aris mengatakan untuk peserta tidak hanya menulis berita melainkan bisa memahami sejarah perjalanan pers.
“Kami ingin para peserta tidak hanya bisa menulis berita, tetapi juga memahami sejarah panjang perjuangan pers sebagai bagian dari gerakan rakyat,” ujar Ketua Panitia kegiatan, Aris.
Dalam sesi diskusi, peserta diberikan wawasan mengenai peran pers dalam perjuangan kemerdekaan, masa Orde Baru, hingga era reformasi yang menandai kebebasan pers. Selain itu, dibahas juga tantangan jurnalisme masa kini, seperti disinformasi dan tekanan terhadap independensi media.
Pelatihan ini bertujuan untuk mencetak kader-kader muda yang memiliki integritas dalam menyampaikan informasi dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.









