PONTIANAK, BERITABORNEO.CO.ID – Nama Tama Yuri mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian penikmat musik di Kalimantan Barat. Namun, solois perempuan asal Yogyakarta yang memiliki akar dari Singkawang ini tengah menyiapkan langkah penting dalam perjalanan musiknya.
Tama Yuri akan merilis album perdananya bertajuk Biar Aku Dianggap Beruntung pada 28 Agustus 2026. Album tersebut berisi 11 lagu yang merekam perjalanan emosional Tama Yuri dalam menghadapi berbagai fase kehidupan.
Album ini membawa pendengar melewati tiga fase, mulai dari jatuh cinta terlalu dalam, masa terpuruk, hingga akhirnya sampai pada fase penerimaan.
Bagi Tama Yuri, album tersebut bukan sekadar kumpulan lagu. Biar Aku Dianggap Beruntung menjadi ruang untuk membagikan pengalaman personal sekaligus menyampaikan pesan bahwa hidup tetap harus dijalani, meski seseorang berkali-kali berhadapan dengan luka dan keadaan yang tidak selalu sesuai harapan.
Dalam wawancara dengan redaksi beritaborneo.co.id melalui WhatsApp, Tama Yuri menyampaikan pesan yang menjadi bagian penting dari perjalanan albumnya.
“Walau terus dihadapi pahit hidup, mari taburi dengan gula agar tetap terasa manis. Meski hidup ditempa kesusahan bertubi-tubi, kuharap kamu bisa terus menari bersamanya, hingga dianggap orang beruntung,” ujar Tama.
Menurutnya, sesuatu yang dianggap salah atau buruk oleh seseorang belum tentu terlihat sama dari sudut pandang orang lain. Karena itu, ia mencoba mengajak pendengar untuk tetap menerima dan menjalani setiap proses kehidupan.
Sebagai seseorang yang memiliki akar kuat di Kalimantan Barat, Tama Yuri mengaku cukup terkejut ketika kembali berkunjung ke Pontianak dan Singkawang. Ia melihat banyak talenta lokal yang menurutnya memiliki potensi besar.
“Aku kaget sekali waktu main, khususnya ke Pontianak dan Singkawang. Banyak sekali talenta-talenta lokal yang luar biasa bagus,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan skena musik lokal di Kalimantan Barat yang dinilainya mulai semakin hidup. Menurut Tama, kemunculan berbagai kegiatan dan event musik menjadi ruang penting bagi musisi daerah untuk berkembang.
Ia berharap para pelaku musik di Kalimantan Barat dapat terus saling mendukung dan membangun ekosistem musik yang lebih kuat.
“Ku harap skena musik Kalimantan Barat, kita, selalu saling bahu-membahu mensupport dan memajukan musisi Kalbar,” tuturnya.
Meski kini menetap di Jakarta, Tama Yuri mengaku Kalimantan Barat tetap memiliki tempat khusus dalam dirinya.
Ia lahir di Desa Serukam dan sempat menjalani masa sekolah di sejumlah daerah, termasuk Singkawang dan Ngabang. Berbagai perjumpaan dan perpisahan yang dialaminya selama berada di Kalimantan Barat menjadi bagian dari kenangan yang kemudian ikut membentuk perjalanan hidupnya.
“Aku harap musikku dapat diterima dengan sangat-sangat baik oleh penikmat musik di Kalimantan Barat. Lahirku di Desa Serukam, bersekolah berpindah tempat di Singkawang, Ngabang juga. Banyak perjumpaan dan perpisahan di sana yang membuat kenangan manis,” ungkapnya.
Kini, meski sudah menetap di Jakarta, Tama menegaskan bahwa kedekatannya dengan Kalimantan tidak pernah hilang.
“Meski aku sekarang sudah menetap di Jakarta, tapi hatiku selalu untuk Kalimantan. Aku ingin membuat teman-teman Kalimantan Barat juga bangga padaku,” pungkasnya. RED














