Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Badko HMI Kalbar, Destu Rizky Ramadhansyah mengecam dugaan intimidasi dan ancaman oleh salah satu pihak Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Ketapang kepada Ketua Umum HMI Cabang Ketapang setelah menggelar aksi terkait kelangkaan BBM di Ketapang.
Destu mengatakan bahwa tujuan mahasiswa melakukan aksi adalah ingin berdialog bersama Pertamina Patra Niaga untuk bersama membicarakan solusi terhadap kondisi masyarakat yang harus mengantri panjang akibat kelangkaan BBM di Ketapang.
“Tujuan aksi yang dilakukan teman-teman HMI di Ketapang adalah berdialog untuk menemukan solusi kelangkaan BBM yang mengakibatkan antrian panjang di masyarakat Ketapang” ucapnya.
Ia menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan oleh HMI Cabang Ketapang tidak sepatutnya direspon dengan intimidasi, karena teman-teman HMI membawa hasil kajian dengan substansi yang jelas dan dilakukan dengan mengikuti ketentuan aksi dengan berunjuk rasa sekitar 500 meter dari halaman Jobber Ketapang.
Alih-alih direspon dengan dengan intimidasi dan ancaman, pihak terkait seharusnya dapat merespon dengan keterbukaan informasi mengenai distribusi dan ketersediaan BBM di Ketapang.
“Aksi teman-teman HMI tidak sepatutnya direspon dengan intimidasi, mereka telah mengikuti ketentuan aksi dan membawa hasil kajian yang jelas yaitu terkait prioritas penyelesaian distribusi dan ketersediaan BBM di Ketapang” lanjutnya.
Dirinya menekankan agar aksi-aksi yang dilakukan mahasiswa di daerah kedepan harus direspon oleh instansi terkait melalui dialog dengan mekanisme yang berlaku serta berfokus pada solusi konkret.








