KETAPANG — Bupati Ketapang Alexander Wilyo menerima audiensi pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang di Rumah Jabatan Pendopo Bupati Ketapang, Senin (28/9/2026). Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 11.45 WIB tersebut membahas perkembangan STAI Al-Haudl sekaligus rencana pelaksanaan Wisuda XX.
Rombongan STAI Al-Haudl Ketapang dipimpin Ketua STAI Al-Haudl Ketapang Burhanuddin, didampingi Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan Syafrudin, Ketua Jurusan Tarbiyah Mutmainnah, Ketua Jurusan Dakwah Lutfiyatun Nakiyah, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Fida Akhyar, serta Kepala Pelaksana Kegiatan Kemahasiswaan Fachrur Rizal.
Audiensi tersebut menjadi bagian dari silaturahmi kelembagaan STAI Al-Haudl Ketapang dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Selain menyampaikan perkembangan kampus, rombongan juga mengundang Bupati Ketapang untuk hadir sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada para wisudawan dan wisudawati STAI Al-Haudl Ketapang.
Wisuda XX STAI Al-Haudl Ketapang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Emerald Borneo Ketapang pada Sabtu, 17 Oktober 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 91 wisudawan dan wisudawati dari Jurusan Tarbiyah dan Jurusan Dakwah.
Dalam sambutannya, Ketua STAI Al-Haudl Ketapang Burhanuddin menyampaikan bahwa audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara perguruan tinggi keagamaan Islam dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang.
“Kami berharap kehadiran Bapak Bupati pada agenda wisuda nantinya dapat memberikan semangat dan motivasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang akan terjun mengabdi dan berkontribusi di tengah masyarakat,” ujar Burhanuddin.
Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Ketapang dapat terus bersinergi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam di daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk dukungan terhadap pendidikan lanjutan program doktor bagi dosen STAI Al-Haudl Ketapang, bantuan biaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada STAI Al-Haudl Ketapang atas konsistensinya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan memiliki semangat untuk turut membangun Kabupaten Ketapang.
Alexander Wilyo juga menyampaikan bahwa dirinya akan berupaya hadir dalam pelaksanaan Wisuda XX STAI Al-Haudl Ketapang yang dijadwalkan pada 17 Oktober mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menitipkan pesan kepada seluruh dosen STAI Al-Haudl Ketapang agar pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mampu membentuk akhlak dan moral sebagai bekal dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
“Para mahasiswa harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga akhlak dan moral. Karena setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan kembali dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” pesan Alexander Wilyo.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas STAI Al-Haudl Ketapang seiring dengan perubahan kepemilikan perguruan tinggi tersebut oleh Perserikatan Muhammadiyah. Menurutnya, perkembangan kelembagaan hendaknya tidak hanya terlihat dari sisi manajemen dan administrasi, tetapi juga harus tercermin pada kualitas lulusan yang dihasilkan.
Ia berharap STAI Al-Haudl Ketapang ke depan mampu melahirkan sarjana yang unggul, memiliki daya saing tinggi, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Ketapang.
Selain peningkatan kualitas lulusan, Alexander Wilyo juga mendorong adanya pengembangan program studi, jurusan, maupun fakultas yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.
Ia mencontohkan bidang perikanan, peternakan, dan perkebunan sebagai sektor yang dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan pendidikan tinggi di Ketapang.
Dengan demikian, menurutnya, STAI Al-Haudl Ketapang tidak hanya berkembang dalam bidang ilmu pengetahuan keagamaan, tetapi juga dapat memperluas kontribusinya melalui pengembangan ilmu pengetahuan umum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara STAI Al-Haudl Ketapang dengan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang berkarakter, kompeten, berdaya saing, serta memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Ketapang.HN.










