PONTIANAK, BERITABORNEO.CO.ID – Sekelompok mahasiswa Universitas Tanjungpura mengembangkan ATEROSTOP, sebuah rancangan perangkat biomedis multiparameter berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al) yang ditujukan untuk mendukung deteksi dini aterosklerosis pada arteri karotis.
Inovasi ini lahir dari persoalan penting dalam kesehatan kardiovaskular dan serebrovaskular. Aterosklerosis merupakan kondisi yang melibatkan berbagai faktor fisiologis dan metabolik, termasuk tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kadar kolesterol. Pada arteri karotis, perubahan aliran darah yang berkaitan dengan penyempitan pembuluh dapat menghasilkan sinyal akustik berupa bruit yang berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu indikator dalam proses screening.
Melalui ATEROSTOP, tim mengusulkan pendekatan yang tidak hanya melihat satu parameter, tetapi menggabungkan sinyal akustik pada arteri karotis dengan sinyal Photoplethysmography (PPG). Kombinasi tersebut kemudian diproses menggunakan kecerdasan buatan untuk menghasilkan informasi kondisi secara terintegrasi.
Secara teknis, ATEROSTOP menggunakan mikrofon MEMS SPH0645LM4HB untuk menangkap sinyal akustik dan sensor MAX30105 untuk memperoleh sinyal PPG. Sistem menggunakan Raspberry Pi 4 Model B sebagai pusat pemrosesan edge computing sehingga pengolahan sinyal dan inferensi Al dirancang dapat dilakukan secara lokal.
Pada jalur analisis bruit, sinyal diproses untuk menghasilkan sinyal yang baik agar dapat diperoleh fitur sebagai masukan dari model Al. Fitur tersebut kemudian digunakan dalam model regresi logistik biner untuk mendeteksi kondisi bruit karotis. Sementara itu, sinyal PPG dimanfaatkan untuk mengestimasi tekanan darah menggunakan Gaussian Process Regression (GPR), serta mengestimasi kadar glukosa darah dan kadar kolesterol menggunakan Multi Layer Perceptron (MLP).
Berbagai parameter yang diperoleh selanjutnya diintegrasikan ke dalam model XGBoost untuk menghasilkan klasifikasi risiko aterosklerosis. Hasil pemrosesan dirancang dapat ditampilkan melalui TFT LCD 3,5 inci pada perangkat dan disinkronkan dengan aplikasi mobile berbasis Flutter serta layanan cloud untuk visualisasi dan penyimpanan riwayat pengukuran.
Keunggulan utama yang ditawarkan ATEROSTOP adalah integrasi multiparameter dalam satu perangkat portabel. Tim tidak hanya merancang teknologi untuk membaca satu sinyal, tetapi menggabungkan indikator akustik, fisiologis, dan metabolik agar proses screening dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih komprehensif. Pengembangan ATEROSTOP juga mencakup tahapan pengujian hardware, software, dan kinerja sistem.
Tim pengembang terdiri atas mahasiswa dari lintas disiplin, yaitu Sistem Komputer, Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Pendidikan Dokter. Komposisi lintas bidang tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan ATEROSTOP karena inovasi memadukan aspek Al, embedded system, software, desain dan penerimaan teknologi, serta perspektif kedokteran.
ATEROSTOP dikembangkan dalam skema Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Universitas Tanjungpura tahun anggaran 2026. Tim menargetkan pengembangan prototipe perangkat biomedis multiparameter berbasis Al sekaligus pengujian kinerja dan penerimaan masyarakat sebagai bagian dari proses pengembangan.
Mahasiswa Lintas Disiplin Untan Rancang Perangkat Portabel Berbasis Al untuk Deteksi Risiko Aterosklerosis
WAKTU DATA
Ketua tim: Yanto Program Studi Sistem Komputer, Universitas Tanjungpura.
Anggota: Dustin Edgar William (Sistem Komputer), Andrie Wijaya (Teknik Informatika), Indra Juan Saputra (Teknik Industri), dan Detti Sanovti Salnuria (Pendidikan Dokter). Dosen pendamping: Tedy Rismawan, S.Kom., M.Cs.
Melalui inovasi ini, ATEROSTOP diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan teknologi preventif yang praktis dan mudah diakses untuk mendukung kesadaran serta deteksi dini kondisi aterosklerosis. Pada tahap pengembangan selanjutnya, sistem diharapkan dapat terus disempurnakan berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi klinis.*















