PONTIANAK, BERITABRNEO.CO.ID – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Laskar Sakera Madura (LSKM) Kalimantan Barat, Ketua Umum DPP LSKM Kalbar, Guntur Perdana, S.H., M.H., mengingatkan pentingnya menjaga dan mengamalkan falsafah hidup masyarakat Madura sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Guntur, salah satu falsafah yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat Madura adalah Rampak Naong Beringin Korong. Falsafah tersebut mengandung pesan tentang kehidupan yang rukun, damai, selaras, serta mampu memberikan perlindungan dan kesejukan bagi sesama.
“Rampak Naong Beringin Korong adalah falsafah hidup orang Madura. Artinya suasana teduh penuh kedamaian layaknya berada di bawah pohon beringin yang rindang,” ungkap Guntur.
Ia menjelaskan, Beringin Korong merupakan pohon beringin yang dibentuk menyerupai sangkar atau kurung di alun-alun. Bentuk tersebut menjadi simbol tempat berlindung yang aman bagi siapa saja.
Lebih jauh, falsafah itu mengajarkan bahwa setiap individu hendaknya mampu menjadi sosok yang mengayomi, melindungi, dan menghadirkan kesejukan bagi lingkungan sekitarnya.
“Maknanya: hidup harus seperti beringin yang mengayomi, melindungi, dan membawa kesejukan bagi siapa saja di sekitarnya,” jelasnya.
Guntur menegaskan, nilai-nilai tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda Madura, terutama dalam membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.
Ia berharap momentum Mubes LSKM Kalbar tidak hanya menjadi ruang musyawarah organisasi, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar LSKM untuk kembali memperkuat nilai-nilai luhur yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Madura.
“Rukun, damai, dan selaras. Rampak Naong Beringin Korong,” demikian falsafah Madura yang disampaikan Guntur Perdana. (RED)














