KSMI Kalbar Gelar Coaching Clinic Pelatih dan Wasit 2026, Jadi Jalur Awal Sertifikasi Tingkat Nasional

Deskripsi Gambar

Pontianak, 29 Agustus 2026 – Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Coaching Clinic Pelatih dan Wasit Sertifikasi Tahun 2026 di PSG Minisoccer Pontianak, 29–30 Agustus 2026.

Kegiatan ini diikuti 28 peserta, terdiri dari 14 calon wasit dan 14 calon pelatih yang berasal dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Ketapang. Dari Kabupaten Ketapang, KSMI Ketapang mengutus tiga peserta, yakni Dwi Rindha Adiansyah, Ajid Erwanto, dan Fahrurrazi.

Coaching clinic tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KSMI Pusat kepada KSMI Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang kompeten dalam pengembangan cabang olahraga mini soccer/mini football.

Edo Bong, Pengurus KSMI Provinsi Kalimantan Barat sekaligus instruktur dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa mini soccer atau mini football merupakan cabang olahraga yang relatif baru, telah berkembang secara internasional, serta telah diterima dalam ekosistem olahraga nasional melalui KONI.

Menurutnya, coaching clinic tingkat provinsi memiliki posisi penting karena menjadi langkah awal dan jalur resmi bagi peserta yang ingin melanjutkan ke jenjang lisensi atau sertifikasi tingkat nasional.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia KSMI. Saat ini coaching clinic tingkat provinsi menjadi langkah awal bagi calon pelatih dan wasit untuk melanjutkan ke jenjang sertifikasi nasional. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh materi dengan serius dan menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan meningkatkan kompetensi,” ujar Edo Bong.

Ia juga menegaskan bahwa setelah coaching clinic, KSMI akan mulai melakukan penertiban terhadap penggunaan perangkat pertandingan dalam kompetisi mini soccer.

“Ke depan, setiap lapangan atau turnamen mini soccer wajib menggunakan wasit yang memiliki lisensi KSMI. Ini penting untuk memastikan pertandingan dipimpin oleh perangkat yang memahami regulasi dan standar permainan,” jelasnya.

Selain perwasitan, ketentuan juga akan diterapkan terhadap tim yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Edo menyampaikan bahwa tim kabupaten/kota nantinya wajib didampingi pelatih yang telah mengikuti atau lulus coaching clinic sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan.

KSMI Provinsi Kalimantan Barat berharap kegiatan ini dapat menjadi fondasi dalam membangun standar perwasitan dan kepelatihan mini soccer yang lebih profesional, sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia daerah untuk berjenjang menuju sertifikasi tingkat nasional.

seedbacklink