PPMB FUSHA 2026 Membahas Pentingnya Moderasi Beragama dalam Merawat Kerukunan

Deskripsi Gambar

Pontianak, beritaborneo.co.id – Program Pembekalan Mahasiswa Baru (PPMB) Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUSHA) IAIN Pontianak memasuki hari kedua pada Jumat (9/10/2026) dengan mengangkat tema Moderasi Beragama. Materi disampaikan oleh Syaiful, S.Ag., M.Pd., yang menekankan pentingnya membangun kehidupan beragama yang damai, adil, dan menghormati perbedaan.

Dalam pemaparannya, Syaiful menjelaskan bahwa kehidupan beragama perlu diwujudkan melalui sikap saling menghargai dan kemampuan menjaga hubungan baik di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, perbedaan keyakinan dan pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kehidupan yang harmonis.
“Intinya, moderasi beragama adalah cara supaya kita menjadi umat beragama yang damai, adil, dan menghormati perbedaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemahaman agama tidak cukup hanya berorientasi pada hafalan maupun simbol-simbol formal. Nilai-nilai keagamaan perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, terutama melalui akhlak dan kepedulian terhadap sesama.
“Agama bukan sekadar hafalan dan seragam. Agama adalah akhlak. Agama adalah kasih sayang,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa bahwa pengetahuan keagamaan perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Dalam kehidupan kampus, nilai-nilai tersebut dapat diterapkan melalui sikap santun, keterbukaan terhadap perbedaan pendapat, serta kemampuan membangun komunikasi yang baik di lingkungan akademis maupun organisasi.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan keterlibatan aktif para peserta. Mahasiswa baru mengajukan pertanyaan dan mengikuti diskusi yang turut mewarnai suasana akademis. Partisipasi tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan, bertukar gagasan, dan memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Keaktifan peserta juga menunjukkan pentingnya dialog dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui diskusi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari pemateri, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyikapi persoalan secara terbuka serta bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa baru, materi ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan akademis dan sosial. Mahasiswa FUSHA tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kapasitas intelektual, tetapi juga membangun karakter yang berlandaskan akhlak, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.

Melalui kegiatan PPMB FUSHA 2026 hari kedua, mahasiswa baru diajak memahami bahwa nilai-nilai agama memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan Syaiful menegaskan bahwa keberagamaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang mencerminkan akhlak dan kasih sayang.

seedbacklink