Ketapang, 17 September 2026 — Enam kader IPNU utusan Kabupaten Ketapang mengikuti Latihan Instruktur Kaderisasi dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IPNU tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar 18–21 September 2026 di Pontianak.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PW IPNU Kalimantan Barat tersebut dipusatkan di Aula Kantor Disporapar Kalimantan Barat, sementara penginapan peserta menempati Wisma Atlet Kalbar selama kegiatan berlangsung.
Dari Kabupaten Ketapang, peserta terdiri atas Pramudio Egi Guntara sebagai perwakilan PC IPNU Ketapang, serta Muhammad Rizal, Abdul Malik, Muhammad Ilham, Arifin Ilham, dan Elman Maulana yang merupakan utusan Pengurus Komisariat IPNU Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang.
Sebelum berangkat ke Pontianak, seluruh peserta utusan PC IPNU Kabupaten Ketapang dilepas secara resmi oleh Ketua PC IPNU Ketapang, Rekan Bahrul Ilmi.
Latihan Instruktur tersebut bertujuan mempersiapkan calon instruktur yang nantinya memiliki kapasitas dalam mengelola proses kaderisasi IPNU, khususnya pada jenjang Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) dan Latihan Kader Muda (LAKMUD). Materi kegiatan meliputi pelatihan, pendalaman materi wajib IPNU, serta tata cara pengelolaan sistem kaderisasi IPNU.
Ketua PC IPNU Ketapang, Rekan Bahrul Ilmi, menilai keikutsertaan kader Ketapang dalam kegiatan tingkat provinsi merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas kaderisasi di daerah.
“Kami berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan secara formal, tetapi benar-benar menyerap materi dan pengalaman yang diberikan. Latihan ini harus mampu melahirkan kader yang memiliki pemahaman ke-IPNU-an, kemampuan mengelola kaderisasi, serta kesiapan untuk menjadi instruktur di tingkat cabang maupun komisariat.”
Menurutnya, keterlibatan kader dari Pondok Pesantren Al-Jihad juga menjadi bagian dari upaya memperluas basis kaderisasi IPNU di lingkungan pelajar dan pesantren.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang, Ustadz Ihya Ulumuddin, menyambut positif keikutsertaan lima santri Al-Jihad dalam kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para santri untuk mengikuti kegiatan kaderisasi di tingkat provinsi. Pembelajaran santri tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan pesantren, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi, berdiskusi, dan berinteraksi dengan kader dari berbagai daerah.” ucapnya
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk santri yang memiliki pengetahuan keagamaan, kemampuan kepemimpinan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial.
“Kami berharap setelah kembali ke Ketapang, para santri dapat membawa pengalaman dan ilmu yang diperoleh untuk dikembangkan di lingkungan pesantren dan organisasi, sehingga manfaat kegiatan ini tidak berhenti pada peserta, tetapi juga dapat dirasakan oleh kader-kader lainnya,” pungkasnya.
Keikutsertaan kader PC IPNU Ketapang dan santri Pondok Pesantren Al-Jihad dalam Latihan Instruktur dan Rapimwil IPNU Kalimantan Barat menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas kader sekaligus mempersiapkan sumber daya instruktur yang mampu mendukung keberlanjutan sistem kaderisasi IPNU di Kabupaten Ketapang.HN.












