Ketapang, 10 September 2026 — Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Jurusan Dakwah, STAI Al-Haudl Ketapang melaksanakan Pembekalan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan PPL di sejumlah instansi dan lembaga mitra, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula STAI Al-Haudl Ketapang tersebut diikuti oleh 14 mahasiswa peserta PPL. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua STAI Al-Haudl Ketapang Burhanudin, M.Pd.I, Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Syafrudin, M.Pd.I, Ketua Jurusan Dakwah Lutfiyatun Naqiyah, S.Ud., M.Ag, Ketua Jurusan Tarbiyah Mutmainnah, M.Pd.I, Sekretaris Jurusan Dakwah Moh. Imam, HD, M.Pd, serta para dosen pembimbing PPL, yakni Fachrur Rizal, M.Pd, Hermanto, M.Pd, dan Haris, M.Sos.
Dalam pelaksanaannya, ke-14 mahasiswa tersebut akan ditempatkan pada tiga instansi dan lembaga tujuan PPL, yakni Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang, IYARI Ketapang, dan Radio Kabupaten Ketapang (RKK). Kegiatan PPL dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih enam minggu, mulai 14 September hingga 23 Oktober 2026.
Dalam laporan persiapan kegiatan, Ketua Jurusan Dakwah STAI Al-Haudl Ketapang, Lutfiyatun Naqiyah, S.Ud., M.Ag, menyampaikan bahwa pelaksanaan PPL merupakan bagian penting akademik dalam proses pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam memberikan pengalaman secara langsung kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama mengikuti perkuliahan.
Menurutnya, kegiatan PPL juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal secara lebih dekat dunia kerja, membangun kemampuan komunikasi, meningkatkan profesionalitas, sekaligus memahami dinamika yang terdapat di instansi maupun lembaga tempat mahasiswa melaksanakan praktik.
Ia menjelaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak Jurusan Dakwah bersama dosen pembimbing untuk memastikan pelaksanaan PPL dapat berjalan dengan baik, mulai dari koordinasi dengan instansi dan lembaga tujuan, pendataan peserta, penentuan dosen pembimbing, hingga pembekalan teknis kepada mahasiswa.
“Kami berharap seluruh mahasiswa dapat mengikuti PPL dengan sungguh-sungguh, disiplin dan penuh tanggung jawab. PPL bukan hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung, membangun relasi, mengembangkan kemampuan komunikasi dan menunjukkan kompetensi yang dimiliki,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam sambutan sekaligus arahannya, Ketua STAI Al-Haudl Ketapang, Burhanudin, M.Pd.I, menekankan pentingnya mahasiswa memahami bahwa selama berada di lokasi PPL, mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama besar almamater STAI Al-Haudl Ketapang.
Ia meminta seluruh mahasiswa agar mampu menjaga nama baik kampus dengan menunjukkan sikap, komunikasi dan perilaku yang baik selama menjalankan tugas di instansi maupun lembaga masing-masing.
“Kalian harus menjaga nama baik almamater. Ingat bahwa ketika berada di tempat PPL, yang dibawa bukan hanya nama pribadi, tetapi juga nama STAI Al-Haudl Ketapang,” tegasnya.
Ketua STAI juga memberikan penekanan khusus kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga lisan dan komunikasi kepada siapapun, baik kepada pimpinan, pembimbing lapangan, pegawai, sesama mahasiswa maupun masyarakat yang berinteraksi dengan mereka.
Menurutnya, kemampuan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa KPI. Karena itu, setiap ucapan harus disampaikan secara santun, proporsional dan memperhatikan etika dalam berkomunikasi.
Selain menjaga komunikasi, mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga sikap dan perilaku selama berada di lingkungan PPL. Etika, kesopanan, kedisiplinan dan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Jaga lisan, jaga komunikasi dan jaga perilaku. Jangan sampai karena satu perkataan atau satu tindakan, kemudian memberikan penilaian yang kurang baik terhadap diri kita maupun terhadap kampus,” pesannya.
Lebih lanjut, Burhanudin menegaskan bahwa sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi Islam, peserta PPL harus mampu memberikan teladan di tengah lingkungan tempat mereka melaksanakan PPL.
Mahasiswa diharapkan menunjukkan pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, amanah, santun dan memiliki integritas, sehingga keberadaan mereka tidak sekadar memenuhi tuntutan akademik, tetapi benar-benar mampu memberikan kontribusi positif bagi instansi maupun lembaga tempat PPL.
“Sebagai mahasiswa Perguruan Tinggi Islam, kalian harus mampu menjadi teladan. Tunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dan amanah. Bekerjalah dengan baik, hormati pimpinan dan seluruh orang yang ada di lingkungan tempat kalian PPL. Jangan mencari penilaian dengan banyak bicara, tetapi tunjukkan kualitas melalui sikap dan kinerja,” arah Ketua STAI.
Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan PPL sebagai proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan profesional, terutama dalam bidang komunikasi, jurnalistik, kehumasan, penyiaran dan berbagai bidang lain yang relevan dengan kompetensi mahasiswa KPI.
Kegiatan pembekalan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis pelaksanaan PPL, termasuk penjelasan mengenai mekanisme kegiatan selama berada di lokasi praktik, tugas dan tanggung jawab mahasiswa, tata tertib, koordinasi dengan dosen pembimbing maupun pembimbing lapangan, serta teknis penyusunan laporan PPL, sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik atas seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama masa PPL.HN.












