PONTIANAK, Beritaborneo.co.id – Untuk periode Oktober 2026, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalbar dipatok Rp 3. 537. 64 per kilogram untuk tanaman umur 10 sampai 20 tahun. Angka tersebut merupakan harga tertinggi di antara penentuan kategori kelompok umur tanaman.
Penetapan harga tersebut berdasarkan data harga TBS yang dirilis Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat, seperti dilansir InfoSAWIT pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Selain harga TBS, komponen yang digunakan untuk menentukan periode tersebut antara lain harga minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp 14. 870. 71 per kilogram. Sedangkan harga inti sawit dipatok Rp 12. 879. 24 per kilogram, dengan indeks K sebesar 91,97 persen.
Harga tandan buah segar (TBS) bervariasi tergantung kelompok umur perkebunan. Pabrik yang lebih muda diberi harga lebih rendah, sedangkan tanaman yang memasuki tahap produktif memiliki harga yang relatif lebih tinggi dalam daftar penilaian.
Berikut rincian harga TBS sawit Kalimantan Barat periode 1 Oktober 2026.
Umur 3 tahun: Rp2. 656,32 per kg
Umur 4 tahun: Rp2. 854,26 per kg
Umur 5 tahun: Rp3. 063,87 per kg
Umur 6 tahun: Rp3. 193,69 per kg
Umur 7 tahun: Rp3. 307,82 per kg
Umur 8 tahun: Rp3. 400,35 per kg
Umur 9 tahun: Rp3. 464,35 per kg
Umur 10–20 tahun: Rp3. 537,64 per kg
Umur 21 tahun: Rp3. 495,24 per kg
Umur 22 tahun: Rp3. 463,79 per kg
Umur 23 tahun: Rp3. 420,21 per kg
Umur 24 tahun: Rp3. 324,65 per kg
Umur 25 tahun: Rp3. 235,94 per kg
Umur 26 tahun: Rp3. 142,94 per kg
Umur 27 tahun: Rp3. 067,72 per kg
Umur 28 tahun: Rp3. 024,13 per kg
Umur 29 tahun: Rp2. 998,33 per kg
Umur 30 tahun: Rp2. 983,10 per kg
Di antara harga yang tercantum, tarif tertinggi berlaku untuk tanaman umur 10–20 tahun, yaitu Rp3. 537. 64 per kilogram. Harga terendah yang tercatat untuk tanaman berumur 30 tahun adalah Rp 2. 983. 10 per kilogram.
Salah satu faktor utama yang harus dipertimbangkan oleh petani ketika memperkirakan potensi pendapatan panen adalah variasi harga yang terkait dengan umur tanaman.
Namun, nilai penentuan ini mungkin tidak secara akurat mewakili harga bersih yang diterima masing-masing petani, karena transaksi sebenarnya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi pembelian dan biaya transportasi.
Operator perkebunan di Kalimantan Barat secara berkala menggunakan informasi harga TBS sebagai tolok ukur untuk melacak perkembangan nilai komoditas kelapa sawit.
Sumber: InfoSAWIT, dengan data harga TBS yang berasal dari Disbunnak Provinsi Kalimantan Barat.











