Harga Karet Alam Kembali Melemah, Petani Diminta Waspadai Tekanan Harga Bokar

Rubber tree and bowl filled with latex.
Deskripsi Gambar

Beritaborneo.co.id – Harga karet alam di pasar internasional kembali menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan acuan perdagangan Singapore Exchange (SGX)–Singapore Commodity Exchange (SICOM), harga karet pada Senin, 2 November 2026, tercatat sebesar 246,4 US cent per kilogram atau setara Rp44.468 per kilogram untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen.

 

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar Rp625 per kilogram dibandingkan perdagangan sebelumnya, Jumat, 30 Oktober 2026, yang masih berada di level Rp45.093 per kilogram.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, meminta petani mencermati perkembangan harga internasional.

Menurutnya, penurunan tersebut berpotensi berdampak terhadap pembentukan harga bahan olah karet (bokar) di tingkat pembelian.

 

“Pelemahan harga internasional tidak semestinya menjadi alasan bagi pembeli untuk menekan harga petani secara berlebihan,” kata Rudi dikutip Agricom, Rabu (4/11/2026).

 

Selain itu, Rudi menekankan perlunya pengawasan terhadap tata niaga karet agar berlangsung secara transparan dan berkeadilan. Hal tersebut dinilai penting, khususnya dalam tahapan penimbangan, penentuan harga, hingga penerapan potongan terhadap bokar yang dijual petani.

 

seedbacklink